Bahrum Rangkuti

Bahrum Rangkuti adalah Adalah esais, penulis sandiwara, sastrawan, dan penerjemah terkenal. Bahrum menulis banyak karya menyangkut agama, tasawuf, budaya, sejarah, dan sastra Islam.

Bahrum Rangkuti. [Foto: Istimewa]

Siapa Bahrum Rangkuti?

Bahrum Rangkuti adalah Adalah esais, penulis sandiwara, sastrawan, dan penerjemah terkenal. Bahrum menulis banyak karya menyangkut agama, tasawuf, budaya, sejarah, dan sastra Islam.

Bahrum juga menerjemahkan karya-karya penulis terkenal, seperti Muhammad Iqbal dari Pakistan, Federico Garcia Lorca dari Spanyol, Alexander Pushkin dari Rusia dan Sophocles, penyair klasik dari Yunani abad ke-5 sebelum masehi.

Bahrum lahir di Galang, Riau pada 7 Agustus 1919. Keluarganya termasuk penganut Islam taat dan pengikut tasawuf.

Sejak kecil, ia memperoleh dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan formal di sekolah dan agama di madrasah. Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FS-UI).

Ia memperoleh kesempatan kuliah ke luar negeri di Jamiatul Mubasheren, Pakistan. Di sini, ia giat mempelajari pelbagai jenis bahasa di kampus ini, antara lain bahasa Urdu, Arab, Melayu, Perancis, Jerman, Belanda, dan Inggris.

Setamat dari FS-UI pada 1960, ia mulai terkenal sebagai penulis dan penerjemah sastra Islam.

Menurutnya, menerjemahkan karya sastra berarti upaya mewujudkan keindahan. Ia wafat di Jakarta pada 13 Agustus 1977.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan