Kerajinan Amai Setia (KAS)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Kerajinan Amai Setia (KAS)?

Kerajinan Amai Setia (KAS) adalah sebuah wadah atau organisasi bagi perempuan Minangkabau di Koto Gadang pada 11 Februari 1911.

Pendiri KAS adalah Rohana Kudus, seorang wartawati sekaligus tokoh pendidikan perempuan asal Sumatera Barat bersama dengan Ratna Puti.

Tujuan pendirian KAS sebagai realisasi keinginan Rohana Kudus untuk menjadikan perempuan berdaya dan setara dalam pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Ia menyaksikan lewat buku dan surat kabar yang dibacanya bahwa perempuan di belahan bumi lain bergerak maju dan telah menduduki berbagai profesi.

KAS membantu para anggota menyalurkan kemampuan dan mengaktualisasi diri menjadi perempuan yang berdaya terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi. KAS didukung oleh 60 ibu-ibu terpandang di Minangkabau yang merupakan para Bundo Kanduang.

Organisasi ini menyelenggarakan pendidikan khusus untuk anak perempuan. Mereka belajar membaca, menulis, kerajinan tangan, mengurus rumah tangga, pendidikan agama, dan pengetahuan lainnya.

KAS menjadi lembaga yang mengembangkan home industry pertama di Minangkabau yang menggali kemampuan para perempuan utamanya di bidang kerajinan dan kuliner serta mampu memberdayakan perempuan secara ekonomi.

KAS menjadi warisan Rohana Kudus untuk masyarakat Minangkabau sampai hari ini, yang terus membimbing kaum perempuan Minangkabau untuk bergerak maju dan berdaya.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Mesin ketik manual berwarna krem dengan tuts huruf terlihat jelas, diletakkan di atas meja kayu tua
Ketika Mochtar Lubis Mendorong Indonesia dan Malaysia Menyatukan Ejaan pada 1969
Gunung Marapi terlihat dari Bukittinggi dengan atap rumah warga di latar depan dan awan menggantung di lerengnya
Arsip Kolonial dan Tanda Alam, Dua Sumber yang Belum Dipakai untuk Mitigasi Marapi
Tumpukan koran berusia seratus tahun dengan kertas menguning dan tepi yang sudah robek
Soenting Melajoe, Koran Perempuan Padang yang Menyebut Dirinya Taman
Mulut gua gelap di lereng berbatu yang tertutup lumut tebal dan serasah daun di dalam hutan
Lima Belas Gua Jepang di Bukit Pengklik dan Taktik Bertahan di Balik Lereng
Gedung putih bekas balai kota Batavia dengan atap merah dan menara jam, dilihat dari Lapangan Fatahillah, Kota Tua Jakarta
Air Mancur di Taman Fatahillah dan Jaringan Air Bersih Batavia Abad ke-18
Bangunan utama Candi Sukuh berbentuk piramida terpancung dari batu dengan gerbang di tengah dan arca di halaman
Candi Sukuh, Kuil Majapahit Tanpa Arca Raja di Lereng Lawu