Soekarni

Soekarni adalah salah satu pendiri Partai Murba. Pria kelahiran Blitar, 14 Juli 1916 ini merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Soekarni. [Foto: Istimewa]

Siapa Soekarni?

Soekarni adalah salah satu pendiri Partai Murba. Pria kelahiran Blitar, 14 Juli 1916 ini merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Soekarni memulai pergerakannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sejak ia berusia 14 tahun. Saat itu ia menjadi anggota perhimpunan Indonesia muda.

Sejak itu, ia berkembang menjadi pribadi yang kritis dan revolusioner. Sebagai anak muda yang militan, Soekarni menjadi incaran tentara Belanda. Ia hendak ditangkap karena sikapnya yang membahayakan pemerintah kolonial.

Meskipun sempat berhasil kabur, Soekarni akhirnya tertangkap sesaat sebelum Jepang masuk. Namun, ia dibebaskan pada masa pendudukan Jepang. Beberapa saat selanjutnya, Soekarni bersama Tan Malaka mendirikan Partai Murba dan ia pun terpilih sebagai ketua umum.

Nama Soekarni sebagai pejuang terus melambung ketika ia menjadi pemimpin Asrama Pemuda di Menteng 31.

Selanjutnya, pada akhir pendudukan Jepang, Soekarni terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok yang mempercepat jalannya proklamasi kemerdekaan RI.

Soekarni juga merupakan sosok penting dalam pembuatan teks proklamasi RI.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku