Pemerintahan Dalam Negeri (Binnenland Besture)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Pemerintahan Dalam Negeri (Binnenland Besture)?

Pemerintahan Dalam Negeri (Binnenland Besture) adalah Sistem pemerintahan di dalam negeri di tanah jajahan yang bersifat dualistis. Dualisme dalam pemerintahan itu diwujudkan dengan adanya dua lapisan birokrasi, yaitu Europees bestuur dan inlands bestuur.

Anggota dari biokrasi Europees bestuur sepenuhnya adalah bangsa Eropa. Sebelum pemberontakan provinsi-provinsi di Hindia- Belanda, jabatan tertinggi dari lapisan Europees bestuur ada pada residen yang mengepalai sebuah keresidenan.

Jabatan di bawahnya adalah asisten residen. Anggota dari biokrasi Inlands Bestuure sepenuhnya dijabat oleh para priyayi bumiputra yang pada umumnya dinamakan inlandse ambtenaren.

Jenjang tertinggi adalah bupati (regent) yang mengepalai sebuah kabupaten (regentschap). Seorang bupati dibantu oleh seorang patih.

Regentschap dibagi dalam sejumlah distrik yang dikepalai oleh seorang wedana (demang di Jawa Barat dan Batavia).

Setiap distrik dibagi lagi ke dalam sejumlah onderdistrik yang dikepalai oleh seorang asisten wedana.

Onderdistrik terbagi dalam sejumlah desa, tetapi kepala desa tidak termasuk dalam korps inlandse ambtenaren. Lapisan lain yang terdapat dalam birokrasi binnenland bestuur adalah bestuur voor Vreemde Oosterlingen (pemerintahan untuk Timur Asing) yang berurusan dengan penduduk non-Eropa dan non-bumiputra yang berdiam di daerah koloni Hindia-Belanda.

Penduduk yang berada di bawah pengaturan bestuur voor Vreemde Oosterlingen terutama adalah warga Cina dan Arab.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung