Pemuda Sumatera atau Jong Sumatranen Bond

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Pemuda Sumatera atau Jong Sumatranen Bond?

Pemuda Sumatera atau Jong Sumatranen Bond adalah salah satu organisasi kedaerahan yang menghimpun para perantau, khususnya pelajar dan pemuda yang berasal dari Sumatera.

Pemuda Sumatera adalah organisasi yang didirikan di Jakarta pada 9 Desember 1917 dan bertujuan untuk memperkuat persaudaraan antar perantau asal Sumatera dan menanamkan pemahaman pluralitas diantara anggotanya Pendiri Pemuda Sumatera adalah para para pelajar asal Sumatera yang menempuh pendidikan di Jakarta.

Pemuda Sumatera sering membuat ceramah, menerbitkan publikasi, dan mengadakan kursus-kursus.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempertajam intelektualisme serta juga memberi keahlian praktis lain supaya bisa diperoleh para pelajar/pemuda rantau dari Sumatera. Pemuda Sumatera merupakan salah satu organisasi kedaerahan yang turut andil dalam terjalinnya ikatan bangsa dalam Sumpah Pemuda 1928.

Dalam kongres pertamanya pada Juli 1919 di Padang, nama Jong Sumateranen Bond diganti menjadi Pemuda Sumatera yang lebih nasionalis karena menggunakan bahasa Melayu.

Organisasi Pemuda Sumatera berpusat di Jakarta dan memiliki cabang di Bogor, Sukabumi, Purworejo, Serang, Bandung, Bukit Tinggi, dan Padang.

Pada awal berdiri, terdapat 150 orang terdaftar sebagai anggota, kemudian mencapai 500 keanggotaan dalam setahun.

Beberapa tokoh nasional yang pernah menjadi anggota dari Pemuda Sumatera, di antaranya adalah Mohammad Yamin, Mohammad Hatta, Mr. Assaat, dan Sutan Syahrir.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda