Nawaksara

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Nawaksara?

Nawaksara adalah pidato pertanggungjawaban Presiden Sukarno dalam sidang MPRS pada 22 Juni 1966. Dalam bahasa Sansekerta, nawa berarti sembilan. Nama Nawaksara berkaitan dengan 9 poin penting yang ada dalam pidato tersebut.

Pidato ini merupakan laporan perkembangan peristiwa politik 30 September 1965. Soekarno dalam pidato tersebut tidak sepakat dengan istilah Gerakan 30 September. Menurut Sukarno, peristiwa ini seharusnya disebut Gerakan 1 Oktober, atau disingkat Gestok, karena terjadi pada dini hari.

Soekarno juga menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa itu. MPRS menolak laporan Soekarno. Karena penolakan tersebut, Soekarno kemudian menyampaikan pidato Pelengkap Nawaksara, disingkat Pelnawaksara.

Dalam pidato ini Soekarno kembali menyatakan diri tidak terlibat dalam pembunuhan para jenderal.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda