Organisasi Konferensi Islam (OKI)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Organisasi Konferensi Islam (OKI)?

Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah organisasi yang menghimpun negara-negara muslim di dunia. Secara umum tujuan didirikannya OKI untuk mengumpulkan sumber daya dunia Islam.

Secara khusus, OKI bertujuan memperkokoh solidaritas Islam di antara negara anggota dan memperkuat kerja sama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Organisasi ini dibentuk berdasarkan keputusan pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Rabat, Maroko pada 25 September 1967 sebagai hasil munculnya aksi yang terjadi di Masjidil Aqsa, Yerusalem.

OKI merupakan satu-satunya organisasi antar pemerintah yang mewakili umat Islam dunia.

Organisasi ini beranggotakan 57 negara termasuk salah satunya Indonesia yang juga menjadi salah satu negara partisipan dalam pembentukan OKI.

Pada awal pembentukannya OKI lebih banyak menekankan pada masalah politik, terutama pada masalah Palestina.

Seiring berjalannya waktu OKI meluaskan peranannya sebagai organisasi internasional yang juga menjadi wadah kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan antar negara muslim seluruh dunia.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda