Peristiwa Pembubaran PKI 12 Maret 1966

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Peristiwa Pembubaran PKI 12 Maret 1966?

Peristiwa Pembubaran PKI 12 Maret 1966 adalah peristiwa pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Menjelang penghujung 1965 operasi militer penumpasan para simpatisan Partai Komunis Indonesia dapat dikatakan sudah mencapai tahap akhir. Namun penyelesaian politik terhadap peristiwa G30S nampaknya belum juga terlihat tanda-tanda akan diselesaikan oleh Sukarno.

Hal ini memunculkan kecemasan di kalangan masyarakat. Selanjutnya gelombang masa yang mendorong agar PKI segera dibubarkan segera meluas. Tuntutan Masyarakat agar para pelaku peristiwa G30S segera diselesaikan seadil-adilnya kian meningkat.

Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)

Perasaan ketidakpuasan ini segera menggugah hati para pemuda yang pada selanjutnya memunculkan Tri Tuntutan Hati Nurani Rakyat atau lebih dikenal dengan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat).

Pada 12 Januari 1966 KAMI dan KPPI yang merupakan barisan kesatuan aksi mahasiswa dan tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR-GR untuk mengajukan tiga buah tuntutan yang di antaranya;

  1. pembubaran PKI,
  2. pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI,
  3. penurunan harga/perbaikan ekonomi.

Perkembangan selanjutnya terkait pembubaran PKI dilaksanakan oleh Letnan Jenderal Soeharto pada 12 Maret 1966, sehari setelah menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Pada 12 Maret 1966, berdasarkan wewenang Surat Perintah 11 Maret, Letnan Jenderal Soeharto atas nama Presiden menetapkan pembubaran dan pelarangan Partai Komunis Indonesia, termasuk semua bagian-bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai ke daerah.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda