Tragedi Trisakti (12 Maret 1998)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Tragedi Trisakti (12 Maret 1998)?

Tragedi Trisakti (12 Maret 1998) adalah peristiwa penembakan empat orang mahasiswa Trisakti, yaitu Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie, dipicu oleh demonstasi mahasiswa di seluruh Indonesia menuntut adanya perubahan akan pemerintahan yang demokratis serta reformasi total.

Demontrasi yang semakin melebar menyebabkan mahasiswa sudah mulai turun ke jalan-jalan kota.

Unjuk rasa pada 12 Mei diawali dengan aksi damai pihak Universitas Trisakti yang kemudian berakhir rusuh setelah adanya long march.

Untuk perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, peristiwa ini mengawali keruntuhan ekonomi, kekejaman ABRI, korupsi rezim, dan kemustahilan akan adanya reformasi telah memporak-porandakan “banteng” terakhir keabsahan rezim dan ketertiban social.

Peristiwa ini juga memicu munculnya kerusuhan pada 13-15 Mei dan mengakhiri masa Orde Baru. Peristiwa ini menjadikan MPR dan ABRI mengadakan sidang istimewa untuk memilih presiden baru.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda