Abdul Rauf Soehoed

Abdul Rauf Soehoed adalah tokoh yang berperan penting dalam membangun industri dasar alumunium di Indonesia. Ia lahir di Batavia, 2 Maret 1920 dan meninggal dunia pada 7 Juni 2014 di usia 94 tahun.

Abdul Rauf Soehoed. [Foto: Istimewa]

Siapa Abdul Rauf Soehoed?

Abdul Rauf Soehoed adalah tokoh yang berperan penting dalam membangun industri dasar alumunium di Indonesia. Ia lahir di Batavia, 2 Maret 1920 dan meninggal dunia pada 7 Juni 2014 di usia 94 tahun.

Soehoed mengawali karier pendidikannya di Technische Hoogeschool (TH) Bandung

pada 1939 dan memperoleh gelar insinyur pada 1951. Kiprahnya diawali ketika ia dipercaya sebagai ketua Tim Negosisasi Proyek Asahan.

Berkat kecemerlangannya, ia berhasil menangani negosisasi yang cukup rumit. Keberhasilannya itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi ketua Otorita Asahan sejak 1976 sampai 1999. Kemudian jabatannya sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Pembangunan III berlangsung selama 1978-1983.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direksi/Komisaris di beberapa perusahan besar seperti PT Aneka Tambang, Pertamina, Indonesia Finance Cooperation dan pernah menjadi konsultan teknik PT Freeport.

Kariernya kembali gemilang saat bertugas sebagai anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan pangkat terakhir Mayor Udara.

Selain sebagai seorang tehnokrat, Soehoed juga aktif menulis, beberapa karya yang dihasilkan diantaranya, Asahan: Peluang yang Bisa Terbuang: Refleksi untuk Negosiasi 2010, Banjir Ibukota: Tinjauan Historis dan Pandangan Ke Depan: Serangkaian Pemikiran Strategi Terpadu Jangka Panjang, Asahan: Jalan Panjang Membangun Industri Dasar Aluminium, Sejarah Pengembangan Pertambangan PT Freeport Indonesia Di Provinsi Papua, dan Industrial Development During Pelita III.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda