Alamsyah Ratu Perwira Negara

Alamsyah Ratu Perwira Negara adalah Menteri Agama (1978-1983) pada masa Kabinet Pembangunan III. Letnan Jendral TNI yang lahir di Kota Bumi, 25 Desember 1925nii menjalani pendidikan Perwira Gyugun di Pagar Alam Sumatera 1943.

Alamsyah Ratu Perwira Negara. [Foto: Istimewa]

Siapa Alamsyah Ratu Perwira Negara?

Alamsyah Ratu Perwira Negara adalah Menteri Agama (1978-1983) pada masa Kabinet Pembangunan III. Letnan Jendral TNI yang lahir di Kota Bumi, 25 Desember 1925nii menjalani pendidikan Perwira Gyugun di Pagar Alam Sumatera 1943.

Setelah mengikuti pendidikan perwira, diangkat menjadi Letda (Gyu-gun) pada masa pendudukan Jepang. Dalam Karier militer terakhir adalah Letnan Jenderal sebagai Duta Besar Kerajaan Belanda tahun 1972-1974.

Sejak saat itu, karier politiknya dimulai dengan diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Pada saat menjadi wakil Ketua SPA, ia ikut memantau menghadapi ketegangan Sidang MPR 1978 mengenai kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Pada saat Kabinet Pembangunan III, Alamsjah diangkat sebagai Menteri Agama (1978-1983) dan mengeluarkan SK 70 dan SK77 tahun 1978 mengenai Tata Cara Penyebaran Agama.

Dalam Kabinet Pembangun IV (1983-1988) menjadi Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan. Alamsjah meninggal di usia 72 tahun, pada 8 Januari 1998.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda