Benedict Anderson

Benedict Anderson atau Ben Anderson adalah profesor emeritus dalam bidang Studi Internasional di Universitas Cornell. Ia terkenal karena bukunya yang berjudul Imagined Communities. Ia juga diakui secara luas sebagai pakar sejarah dan politik Indonesia pada abad ke-20.

Benedict Anderson. [Foto: Instagram]

Siapa Benedict Anderson?

Benedict Anderson atau Ben Anderson adalah profesor emeritus dalam bidang Studi Internasional di Universitas Cornell. Ia terkenal karena bukunya yang berjudul Imagined Communities. Ia juga diakui secara luas sebagai pakar sejarah dan politik Indonesia pada abad ke-20.

Ben Anderson Lahir Kunming, Tiongkok ( China ) sebuah keluarga Anglo-Irlandia 26 Agustus 1936 dan meninggal di Batu, Malang Jawa Timur 12 Desember 2015.

Ia dibesarkan sebagian besar di California, dan belajar di Universitas Cambridge.

Karya-karya Anderson lainnya termasuk Java in a Time of Revolution, Debating World Literature, dan Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia, The Spectre of Comparisons, dan Revoloesi Pemuda, buku pertamanya yang terbit pada tahun 1972 (terjemahan Indonesia terbit 1988).

Ia pernah dicekal pada masa Orde Baru karna tulisannya yang dimuat di dalam Cornell Paper, dan dia baru boleh kembali ke mengunjungi Indonesia pada 1999. Ia memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda