Edi Sudrajat

Edi Sudrajat adalah mantan Panglima ABRI pada masa orde baru. Ia Lahir di Jambi pada 22 April 1983. Edi Sudrajat menjalani karier militer setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer Nasional pada 1960 dan menjadi lulusan terbaik sehingga ditugaskan sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 515/Tanggul Jember dalam periode 1961-1962 dan berpartisipasi dalam Operasi Trikora.

Edi Sudrajat. [Foto: Istimewa]

Siapa Edi Sudrajat?

Edi Sudrajat adalah mantan Panglima ABRI pada masa orde baru. Ia Lahir di Jambi pada 22 April 1983. Edi Sudrajat menjalani karier militer setelah menyelesaikan pendidikan Akademi Militer Nasional pada 1960 dan menjadi lulusan terbaik sehingga ditugaskan sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 515/Tanggul Jember dalam periode 1961-1962 dan berpartisipasi dalam Operasi Trikora.

Hingga 1980, ia ditugaskan untuk mempertahankan Republik Indonesia dan pada 1980 ia menjadi Brigadir Jenderal dengan jabatan Panglima Komando Tempur Lintas Udara Kostrad.

Pada 1985 ia menjadi Letnan Jenderal untuk jabatan Wakil Kepala Staf TNI AD dari 1986-1988, dan setelah itu menjadi Kepala Staf TNI-AD jingga tahun 1993.

Pada tahun itu ia menjadi Panglima ABRI dan menjadi perwira tinggi pertama yang menjadi Panglima ABRI, serta diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangungan VI.

Ia pernah masuk ke dunia politik dengan menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sejak 1999- 200. Ia meninggal pada 1 Desember 2006.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda