Frans Seda

Frans Seda adalah menteri keuangan pada masa awal pemerintahan Soeharto. Ia juga adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia. Lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur pada 4 Oktober 1926.

Frans Seda. [Foto: Istimewa]

Siapa Frans Seda?

Frans Seda adalah menteri keuangan pada masa awal pemerintahan Soeharto. Ia juga adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia. Lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur pada 4 Oktober 1926.

Menjalani masa pendidikan di Kolese Xaverius Muntilan dan HBS (Hollandsche Burgerschool) di Surabaya dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi di Katolieke Economische Hogeschool, Tilburg, Belanda pada 1956. Frans Seda merupakan anggota Laskar KRIS (Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi) dan anggota Batalyon Paraja/laskar Rakyat GRISK/TNI Masyarakat.

Jabatannya dalam pemerintahan Indonesia dimulai pada 1964-1966 menjadi Menteri Perkebunan RI dan pernah juga menjadi Menteri Pertanian.

Berbekal lulusan di bidang Ekonomi Frans Seda menjadi Menteri Keuangan pada masa Presiden Soeharto dan mampu membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih stabil yang kala itu sedang mengalami inflasi hingga 650%.

Frans Seda pun dipercayai menjadi Menteri Perhubungan pada 1968. Frans Seda meninggal dunia di Jakarta pada 31 Desember 2009 saat berusia 83 tahun.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda