Oei Tjoe Tat

Oei Tjoe Tat adalah seorang politisi dan mantan Menteri Negara yang aktif pada masa Presiden Sukarno. Ia dilahirkan di Kota Solo pada tahun 1922.

Oei Tjoe Tat. [Foto: Instagram]

Siapa Oei Tjoe Tat?

Oei Tjoe Tat adalah seorang politisi dan mantan Menteri Negara yang aktif pada masa Presiden Sukarno. Ia dilahirkan di Kota Solo pada tahun 1922. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Universiteit van Indonesie pada tahun 1948, Oei Tjoe Tat bergabung dengan berbagai organisasi, termasuk Palang Merah Indonesia, Tiong Hoa Hwee Koan (THHK), dan Klub Sepak Bola UMS Jakarta. Pada 1950-an, ia juga diangkat menjadi ketua Sin Ming Hui dan wakil ketua Partai Demokrat Tionghoa Indonesia.

Pada tahun 1954, Oei Tjoe Tat terlibat dalam pembentukan Baperki dan terpilih menjadi wakil ketua di pimpinan pusat. 6 tahun kemudian ia bergabung dalam Komite Eksekutif Partindo. Pada tahun 1964-1965, ia menjabat sebagai menteri [namun tidak dicantumkan jenis menterinya].

Setelah peristiwa 65, Oei Tjoe Tat sempat ditangkap dan ditahan, namun kemudian dibebaskan atas campur tangan Adam Malik. Ia menulis memoarnya yang berjudul "Memoar Oei Tjoe Tat: Pembantu Presiden Soekarno" pada tahun 1995. Namun, setahun kemudian Oei Tjoe Tat meninggal karena kanker.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda