Ujian Praktik SIM di Polres Limapuluh Kota Kini Lebih Mudah: Lintasan "S" Gantikan Zig-Zag dan Angka 8

Ujian Praktik SIM di Limapuluh Kota Kini Lebih Mudah: Lintasan "S" Gantikan Zig-Zag dan Angka 8

Ujian Praktik SIM di Limapuluh Kota Kini Lebih Mudah: Lintasan "S" Gantikan Zig-Zag dan Angka 8. [Ist]

Ujian praktik SIM di Lima Puluh Kota kini lebih mudah dengan lintasan berbentuk "S". Masyarakat Limapuluh Kota menanggapi positif perubahan tersebut.

Cekricek.id, Limapuluh Kota - Kabar gembira bagi calon pemegang SIM C di Lima Puluh Kota. Satlantas Polres Limapuluh Kota telah memperkenalkan lintasan uji praktek berbentuk huruf "S", menggantikan lintasan zig-zag dan angka 8 yang sebelumnya digunakan. Perubahan ini merupakan respons atas instruksi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Rifki, salah satu calon pemegang SIM C, menyambut baik perubahan tersebut. Menurutnya, lintasan baru ini memberikan peluang lebih besar untuk lulus ujian. "Lintasan 'S' ini lebih intuitif dan mendekati kondisi nyata di jalan. Lebih sederhana dibandingkan dengan lintasan zig-zag dan angka 8, namun tetap memberikan edukasi yang baik," ungkap Rifki pada Selasa (15/8/2023).

Kasatlantas Polres Limapuluh Kota, Iptu Omrizal, menginformasikan bahwa inovasi lintasan ini diterapkan mulai Kamis (3/8/2023). Selain bentuk lintasan yang lebih intuitif, kedepannya akan ada penambahan marka jalan dan rambu lalu lintas, sehingga lebih mendekati kondisi jalan raya sesungguhnya. "Kami berupaya agar lintasan uji praktek ini lebih sesuai dengan kondisi lalu lintas saat ini. Meskipun ada perubahan, standar kompetensi uji tetap sama dan telah melalui kajian mendalam," terang Omrizal.

Mengingat lintasan ini masih baru, Satlantas Polres Limapuluh Kota berencana untuk mengedukasi masyarakat. Hal ini penting mengingat banyak calon pemegang SIM yang telah mempersiapkan diri dengan lintasan lama. "Kami akan memperkenalkan lintasan baru ini kepada masyarakat. Mereka perlu menyesuaikan diri dengan lintasan 'S' ini," tambah Rizal.

Kapolres Limapuluh Kota, Ricardo Condrat Yusuf, menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai arahan Kapolri.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, kami juga menyelenggarakan Coaching Clinic dan melakukan publikasi melalui media sosial," pungkasnya.

Temukan berita Limapuluh Kota terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Baca Juga

Deretan rak kayu berisi buku di sebuah perpustakaan universitas dengan lantai terang di depannya
Tiga Belas Sarjana Malaysia dari Jurusan Sejarah Unand dan Skripsi yang Mereka Tinggalkan
Gunung Marapi terlihat dari Bukittinggi dengan atap rumah warga di latar depan dan awan menggantung di lerengnya
Arsip Kolonial dan Tanda Alam, Dua Sumber yang Belum Dipakai untuk Mitigasi Marapi
Tumpukan koran berusia seratus tahun dengan kertas menguning dan tepi yang sudah robek
Soenting Melajoe, Koran Perempuan Padang yang Menyebut Dirinya Taman
Sastrawan Minangkabau Darman Moenir saat wisuda pada 1989
Darman Moenir dan Novel yang Mengalahkan Budi Darma
Sepasang tangan menenun kain sutra merah dengan motif benang emas pada alat tenun kayu tradisional
Benang Emas yang Merajut Pendidikan: Kisah Tersembunyi di Balik Songket Minangkabau
Perahu kayu tradisional melaju di sungai lebar yang membelah hutan tropis saat matahari terbit, perbukitan tampak di kejauhan
Jejak Kerajaan Minangkabau Kuno: Ketika Sumatera Menjadi Jantung Perdagangan Dunia