Temuan Sel 'Ikan' di Paru-Paru Manusia, Mengungkap Penyebab Cystic Fibrosis

Cekricek.id - Temuan Sel 'Ikan' di Paru-Paru Manusia, Mengungkap Penyebab Cystic Fibrosis

Ilustrasi. [Foto: Canva]

Cekricek.id - Dalam penelitian terbaru yang diungkapkan oleh para ilmuwan dari Universitas Iowa, sebuah tipe sel yang sebelumnya hanya ditemukan pada insang ikan air tawar dan kulit katak, kini ditemukan juga di dalam paru-paru manusia.

Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai penyebab dasar cystic fibrosis (CF), penyakit genetik progresif yang berdampak pada paru-paru dan organ lainnya, terkadang menyebabkan gejala parah yang bisa mengancam jiwa.

Dalam laporan penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Investigation, penyakit ini ditandai oleh ketiadaan atau mutasi dari sebuah protein di paru-paru yang dikenal sebagai cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR).

Protein ini diketahui berperan dalam mengatur keseimbangan garam dan air di permukaan paru-paru, namun struktur dan fungsinya belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Penelitian ini mengungkap fungsi baru dari protein CFTR yang tidak terduga. Sejauh ini, kebanyakan penelitian tentang protein CFTR telah dilakukan sekitar sel-sel sekretori saluran napas.

Dalam sel-sel ini, saluran CFTR yang tertanam di permukaan sel, mengeluarkan ion klorida ke dalam lapisan cairan tipis yang menutupi permukaan saluran napas. Di mana ada garam, di situ air mengikuti, sehingga lapisan cairan penting ini di paru-paru menjadi terhidrasi kembali.

Lapisan lendir pelumas ini menjebak iritasi dan patogen, yang kemudian dapat dikeluarkan dengan batuk.

Namun, bagi mereka yang menderita CF, lendir yang dihasilkan kental dan lengket, berbeda dengan lendir yang tipis dan encer, sehingga dapat menyumbat saluran di paru-paru.

Tetapi ada satu hal yang mengejutkan: protein CFTR tidak hanya muncul di dalam sel-sel sekretori. Pada tahun 2018, para peneliti menemukan sebuah tipe sel baru yang bersembunyi di paru-paru manusia, yang disebut ionosit. Sel ini umum ditemukan pada ikan dan katak.

Ionosit paru-paru hanya membentuk 1 persen dari seluruh sel di paru-paru manusia, namun mengandung sebagian besar saluran CFTR di dalam tubuh kita. Dengan mengkultur sel ini di laboratorium, para peneliti kini telah menemukan bahwa protein CFTR berperilaku sangat aneh.

Alih-alih mengeluarkan klorida, ketika tertanam di dalam ionosit, mereka tampaknya menyerap ion tersebut, sehingga menarik kelembapan dari lapisan cairan yang melapisi paru-paru.

Dalam eksperimen, peningkatan jumlah ionosit meningkatkan penyerapan cairan, bukan sekresi cairan. Lebih lanjut, mengganggu saluran ion klorida pada ionosit menghambat penyerapan mereka.

“Temuan ini menunjukkan bahwa ionosit memediasi penyerapan cairan, sementara sel-sel sekretori memediasi sekresi cairan,” tulis tim dari Universitas Iowa. "Lebih jauh, peran yang berbeda dari CFTR di ionosit dan sel sekretori menunjukkan bahwa cystic fibrosis mengganggu baik sekresi maupun penyerapan cairan."

Jika para peneliti benar, maka hasil mereka memberikan pemahaman baru tentang patologi cystic fibrosis.

Studi-studi sebelumnya yang telah merangsang saluran CFTR telah menghasilkan pengamatan yang saling bertentangan mengenai bagaimana peningkatan aktivitas tersebut mempengaruhi transportasi cairan di paru-paru.

Halaman:

Baca Juga

Bangunan puskesmas satu lantai berdinding polos di kawasan perdesaan dengan beberapa sepeda motor terparkir di halamannya
26,8 Persen Puskesmas di Indonesia Belum Punya Dokter Gigi
Ilustrasi penampang kulit diperbesar memperlihatkan sehelai rambut dalam folikel dengan gerombolan sel bulat menempel di sekitarnya
Jamur Candida auris Bersembunyi di Folikel Rambut
Sepasang tangan memijat buku jari yang bengkak dengan latar belakang siluet gedung kota yang tertutup kabut asap
Polusi Udara PM2.5 Terkait Kekambuhan Rheumatoid Arthritis
Siluet seorang perempuan berlari di tepi danau kota saat fajar
Studi: 150 Menit Olahraga Sepekan Ternyata Belum Cukup
Kerabat berkumpul di pemakaman seorang korban Ebola di Bunia, Republik Demokratik Kongo
Lebih dari 300 Anak Tewas Akibat Ebola di Kongo
Peta tutupan lahan yang menandai area perladangan di kawasan Lamteuba, Aceh Besar
Ganja Lamteuba, dari Bumbu Dapur ke Barang Terlarang