Aurora Mars Ternyata Lahir dari Mekanisme Mirip Bumi

Ilustrasi lengkung cakrawala Mars berwarna jingga kemerahan dengan pijaran aurora hijau keunguan di atasnya dan latar angkasa berbintang

Ilustrasi pijaran aurora hijau keunguan yang melengkung di atas cakrawala Mars. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Aurora di Mars ternyata terbentuk lewat mekanisme yang mirip dengan yang bekerja di Bumi. Temuan itu berasal dari data misi NASA, Mars Atmosphere and Volatile Evolution atau MAVEN, yang mempelajari atmosfer Planet Merah selama lebih dari satu dekade.

Hasilnya dipaparkan Shaosui Xu, fisikawan peneliti madya di Space Sciences Laboratory, University of California, Berkeley, bersama timnya lewat artikel Miniature Dungey-like cycle at Mars dalam jurnal Nature Communications pada 23 Juli 2026.

Mengutip Universe Today, Minggu (9/8/2026), tim menemukan bahwa mekanisme yang mengedarkan partikel bermuatan dari Matahari ke atmosfer Bumi — dikenal sebagai siklus Dungey — juga berlangsung di Mars. Karena perbedaan medan magnet kedua planet, aurora Mars terjadi pada skala yang jauh lebih kecil.

Siklus yang Dinamai pada 1961

Siklus Dungey dinamai untuk menghormati ilmuwan antariksa Inggris James Dungey pada 1961. Siklus itu menjelaskan proses yang menggerakkan arus listrik di medan magnet Bumi, mempercepat partikel bermuatan dari Matahari yang menciptakan aurora, serta mengendalikan sirkulasi plasma di magnetosfer dan atmosfer atas Bumi.

Prosesnya dimulai ketika garis medan magnet Matahari mendekati magnetosfer Bumi. Di sana keduanya terhubung ulang dan menyuntikkan partikel angin surya ke seluruh magnetosfer serta ekor magnet Bumi. Elektron kemudian terlontar kembali ke atmosfer dan disalurkan ke arah kutub, tempat aurora terbentuk.

Mars tidak punya medan magnet global. Yang dimilikinya hanyalah magnetosfer-magnetosfer mungil yang muncul dari bagian kerak yang termagnetisasi kuat dan tersebar di permukaan.

Medan magnet Bumi dihasilkan oleh aksi dinamo di bagian dalam planet, ketika inti luar yang cair berputar berlawanan arah terhadap inti dalam yang padat. Di Mars, aktivitas geologis di inti sebagian besar berhenti sekitar 4 miliar tahun lalu dan medan magnetnya lenyap. Kawasan bermagnet yang tersisa adalah jejak tempat lava mendingin ketika medan purba itu masih ada.

Baca juga: Pusaran Plasma Mungil di Permukaan Matahari Terungkap

Tiga Instrumen untuk Satu Kepingan Terakhir

MAVEN sudah lama mengamati aurora yang sangat terlokalisasi di atas medan-medan magnet kerak tersebut. Namun baru sekarang para ilmuwan benar-benar memahami fisika di balik pembentukannya.

Untuk menyusun gambaran utuh, tim menggunakan data dari Magnetometer, Solar Wind Electron Analyzer, dan instrumen Suprathermal and Thermal Ion Composition milik MAVEN. Ketiganya dipakai untuk menentukan konfigurasi medan magnet Mars, menurunkan arus listrik, dan mengukur aliran plasma di ionosfer.

“Kami tahu bahwa penyambungan ulang magnetik terjadi di Mars, tetapi tidak menduga bentuknya seperti siklus Dungey,” kata Shaosui Xu dalam siaran pers NASA. “Kami benar-benar mendorong instrumen STATIC sampai batasnya untuk mendapatkan data yang kami butuhkan. Itu kepingan terakhir teka-teki dalam memahami aurora terlokalisasi ini.”

“Saya ingat ketika kuliah pascasarjana berdiskusi dengan pembimbing saya tentang bagaimana perputaran medan magnet kerak bisa bekerja di Mars. Luar biasa rasanya menjadi bagian dari tim yang menemukan jawabannya,” lanjutnya.

Bekal untuk Misi Berawak

Pemahaman baru ini menjawab pertanyaan bagaimana elektron memperoleh energi untuk menciptakan aurora. Lewat proses itu, para ilmuwan juga makin memahami interaksi cuaca antariksa dengan Planet Merah secara keseluruhan — pengetahuan yang penting bagi misi robotik maupun berawak pada masa depan.

Temuan ini sekaligus menunjukkan mekanisme serupa Dungey dapat berlangsung pada skala besar maupun kecil, dan memberi petunjuk di mana lagi proses itu mungkin terjadi di Tata Surya.

“Ini hasil yang luar biasa dan mengubah cara kita memikirkan aurora Mars,” kata Shannon Curry, peneliti utama misi MAVEN sekaligus ilmuwan di Laboratory for Atmospheric and Space Physics, University of Colorado Boulder.

Kontak dengan wahana MAVEN hilang pada Desember 2025, dan misinya resmi berakhir pada 3 Juni 2026. Data yang telanjur dikumpulkannya masih terus memperbaiki pemahaman tentang atmosfer Mars.

Baca juga: Studi 10 Bulan di Antarktika Ungkap Bekal Psikologis Misi ke Mars

Persiapan menuju misi antariksa jangka panjang juga berjalan di tempat lain, termasuk lewat robot anjing yang disiapkan menjaga stasiun riset Bulan China.

Baca Juga

Citra beresolusi tertinggi permukaan Matahari memperlihatkan granula dan struktur berumbai yang berpusar
Pusaran Plasma Mungil di Permukaan Matahari Terungkap
Ilustrasi robot anjing yang direncanakan menjaga stasiun riset Bulan milik China
Robot Anjing Disiapkan Jaga Stasiun Riset Bulan China
Ditemukannya Planet Berbatu SPECULOOS-3 b, Bola Gundul 55 Tahun Cahaya dari Bumi
Ditemukannya Planet Berbatu SPECULOOS-3 b, Bola Gundul 55 Tahun Cahaya dari Bumi
Planet Ungu, Jejak Kemungkinan Kehidupan Alien yang Selama Ini Dicari
Planet Ungu, Jejak Kemungkinan Kehidupan Alien yang Selama Ini Dicari
Alien Menumpang Meteor untuk Menjajah Kosmos? Begini Cara Mengenalinya
Alien Menumpang Meteor untuk Menjajah Kosmos? Begini Cara Mengenalinya
Ledakan Besar di Luar Angkasa akan Terjadi Tahun Ini, Siap-siap Menyaksikannya
Ledakan Besar di Luar Angkasa akan Terjadi Tahun Ini, Siap-siap Menyaksikannya