Studi 10 Bulan di Antarktika Ungkap Bekal Psikologis Misi ke Mars

A A

Ilustrasi stasiun riset Antarktika. Dua belas kru Stasiun Concordia dipantau 10 bulan untuk memahami dinamika sosial dalam isolasi ekstrem. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Dua belas orang, sepuluh bulan, suhu hingga minus 80 derajat Celsius, dan tak ada jalan pulang. Para ilmuwan memantau kru yang menjalani musim dingin di Stasiun Concordia, Antarktika, untuk menjawab satu pertanyaan besar: apa yang terjadi pada hubungan antarmanusia dalam keterasingan ekstrem — dan pelajarannya bagi misi ke Mars kelak.

Mengutip laporan ScienceDaily, Jumat (7/8/2026), riset tim Universitas Zurich ini terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Para peneliti membekali kru dengan sensor yang dapat dikenakan untuk merekam interaksi sosial mereka secara objektif, dilengkapi kuesioner pada empat titik pemeriksaan sepanjang misi.

Lebih Sering Bertemu, Tak Berarti Lebih Akur

Temuan utamanya menohok anggapan umum bahwa kebersamaan mempererat tim.

“Dalam tim kecil di bawah kondisi ekstrem, kontak yang lebih banyak tidak otomatis berarti dukungan sosial, tetapi justru bisa meningkatkan ketegangan,” kata Jan Schmutz, profesor psikologi Universitas Zurich, sebagaimana dikutip ScienceDaily.

Dengan kata lain, dalam ruang yang sempit dan tak bisa dihindari, intensitas pertemuan bisa menjadi sumber gesekan alih-alih kenyamanan.

Bekal untuk Perjalanan ke Mars

Temuan ini penting karena stasiun seperti Concordia adalah laboratorium terbaik untuk mensimulasikan kondisi misi antariksa jangka panjang: terisolasi, terkurung, dan ekstrem — persis seperti perjalanan menuju Planet Merah yang akan memakan waktu bertahun-tahun.

“Hasil-hasil ini menunjukkan betapa pentingnya mengenali dinamika sosial sejak dini dan memberi tim dukungan yang terarah,” ujar Schmutz.

Riset semacam ini melengkapi persiapan panjang umat manusia menembus antariksa — dari rencana reaktor nuklir di Bulan hingga studi ketahanan psikologis para calon penjelajah antarplanet.

Baca juga: Jadwal 13 Bulan Purnama 2026: Ada Blue Moon, Supermoon, dan Blood Moon

Tag:
Bagikan

Baca Juga

Lampu Kelas Xinjiang Diduga Perlambat Miopia Anak Uighur
RFC 0,96, Tali Kuning Jawaban Utama Obat Malaria Suku Moi
Kekayaan Luruh, Desa dan Kota Tetap Beda soal Pencernaan
Dua Puluh Satu Tahun Diare Menular Beijing dan Ramalan 2025
Indeks Bahaya Balita Melonjak Saat Panel VOC Diperluas
MDSR Kematian Ibu Aceh Utara Macet di Tahap Identifikasi