Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Will Scharf sebagai penasihat hukum Gedung Putih yang baru. Scharf, yang saat ini menjabat sekretaris staf Gedung Putih, akan mulai memegang posisi itu pada 1 September 2026.
Dikutip dari UPI, Minggu (9/8/2026), Scharf menggantikan David Warrington yang memilih kembali berpraktik di sektor swasta. Trump mengumumkan penunjukan tersebut dengan pujian terbuka kepada orang kepercayaannya itu.
“Will telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam perannya sekarang sebagai sekretaris staf Gedung Putih dan juga pernah menjabat Ketua National Capital Planning Commission. Saya mengenalnya dengan baik!” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia melanjutkan dengan penilaian yang sama bersemangat. “Will itu tangguh, kuat, dan cerdas! Dia juga mencintai Negara kita, dan menghormati Hukum. Will Scharf akan bekerja dengan sangat baik sebagai Penasihat Hukum Gedung Putih!” ujar Trump.
Wajah Lama di Tim Hukum Trump
Scharf bukan nama asing di lingkaran hukum Trump. Ia termasuk anggota tim yang membela Trump dalam perkara imunitas presiden di Mahkamah Agung Amerika Serikat, salah satu kasus paling menentukan bagi posisi hukum sang presiden.
Penunjukannya menambah barisan pengacara yang pernah menangani urusan hukum pribadi atau kampanye Trump dan kini menempati jabatan resmi di pemerintahan. Sedikitnya tujuh pengacara dari lingkaran itu telah menduduki posisi di administrasi Trump. Sehari sebelum pengumuman Scharf, Todd Blanche dikukuhkan sebagai jaksa agung.
Jabatan yang selama ini dipegang Scharf di Gedung Putih bukan posisi sembarangan. Sekretaris staf mengatur arus dokumen dan berkas kebijakan yang sampai ke meja presiden, sehingga penghuninya melihat hampir seluruh persoalan yang harus diputuskan kepala negara sebelum keputusan itu diambil.
Baca juga: Ed Case Menangi Pemilihan Pendahuluan Demokrat di Hawaii
Ballroom 400 Juta Dolar yang Dipersoalkan Pengadilan
Jabatan yang selama ini dipegang Scharf di luar Gedung Putih ikut menyeretnya ke dalam sengketa yang sedang panas. Sebagai Ketua National Capital Planning Commission, ia memimpin lembaga yang menyetujui pembangunan ballroom Gedung Putih senilai 400 juta dolar AS.
Pada Jumat (7/8/2026), sebuah pengadilan banding federal menyatakan proyek tersebut melanggar hukum. Putusan itu ditangguhkan selama 14 hari, sehingga nasib bangunan yang sudah menjadi sorotan publik masih menggantung ketika Scharf bersiap pindah ke kursi penasihat hukum.
Baca juga: Trump Beralih ke Tekanan Ekonomi atas Iran: Ini Seperti Permainan Catur
Peran Penasihat Hukum Gedung Putih
Penasihat hukum Gedung Putih bertugas memberi nasihat hukum kepada presiden dalam kapasitas jabatannya, bukan sebagai pribadi. Posisi itu menangani mulai dari penunjukan pejabat, tinjauan atas kebijakan eksekutif, sampai berhadapan dengan gugatan yang menyasar kantor kepresidenan.
Dengan pengadilan federal yang aktif menguji sejumlah kebijakan pemerintahan, kursi yang akan diduduki Scharf pada 1 September mendatang menempatkannya di titik pertemuan antara agenda politik Trump dan batas-batas hukum yang sedang diperkarakan.
Baca juga: Trump Disebut Siap Klaim Kemenangan Tanpa Kesepakatan Nuklir




















