Cekricek.id — Komisi Eropa dan konsorsium SpaceRISE menandatangani perjanjian pelaksanaan untuk IRIS², konstelasi satelit milik Uni Eropa, pada Jumat (7/8/2026). Kesepakatan itu menambah 66 satelit ke rencana semula sehingga total armadanya menjadi 348 unit, naik dari 282 unit.
Dikutip dari Tom’s Hardware, Senin (10/8/2026), konstelasi finalnya terdiri atas 330 satelit di orbit rendah Bumi dan 18 satelit di orbit menengah. Orbit rendah berada beberapa ratus kilometer di atas permukaan sehingga jeda sinyalnya pendek namun butuh armada besar agar cakupannya tidak terputus, sedangkan orbit menengah lebih jauh dan satu satelitnya menyapu wilayah yang lebih luas.
Peluncuran pertama dijadwalkan mulai 2029. IRIS² merupakan singkatan dari Infrastructure for Resilience, Interconnectivity and Security by Satellite, jaringan komunikasi terenkripsi yang disediakan untuk pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa serta beberapa negara peserta lain seperti Norwegia dan Islandia. Jaringan ini bukan layanan internet komersial untuk konsumen umum.
Enam Puluh Enam Satelit Tambahan untuk Pertahanan
Enam puluh enam satelit tambahan itu dialokasikan untuk keperluan pertahanan, keamanan, dan layanan darurat. Semuanya ditempatkan pada orbit rendah yang lebih tinggi dan dibekali fitur keamanan yang diperkuat. Menurut Komisi Eropa, arsitektur yang direvisi ini menaikkan kapasitas komunikasi pemerintahan yang aman sebesar 60 persen di dalam Uni Eropa dan 54 persen secara global.
“Hari ini kita mengambil satu langkah menentukan bagi keamanan dan kedaulatan digital Eropa. Dengan mempercepat penyediaan layanan pertahanan dan keamanan awal serta memperkuat arsitektur IRIS², kita tidak hanya akan mengoperasikan jaringan ini lebih cepat dari jadwal, tetapi juga menaikkan kapasitas pemerintahan yang aman lebih dari 60 persen di dalam Uni,” kata Andrius Kubilius, Komisioner Eropa untuk Industri Pertahanan dan Antariksa.
Badan Antariksa Eropa atau ESA mengurus pengembangan teknis, kualifikasi, dan validasi konstelasi itu di orbit. “IRIS² adalah jawaban yang jelas atas kebutuhan Eropa akan konektivitas yang berdaulat dan aman,” kata Josef Aschbacher, Direktur Jenderal ESA.
Anggaran Membengkak ke 15,6 Miliar Euro
Kontrak awal yang diteken pada Desember 2024 menilai IRIS² sebesar 10,55 miliar euro. Percepatan jadwal dan penambahan satelit membuat total rencana investasinya naik menjadi 15,6 miliar euro.
Dananya berasal dari anggaran Uni Eropa periode 2028–2034, ESA, mitra konsorsium, dan negara-negara anggota. Polandia menyanggupi 656 juta euro, Hongaria 500 juta euro, dan Spanyol mengumumkan komitmen antara 1,6 miliar hingga 2 miliar euro.
Baca juga: Revolusi Cara Satelit Kembali ke Bumi: Mengatasi Masalah Sampah Luar Angkasa
Siapa yang Membangun
Konsorsium SpaceRISE dibentuk oleh tiga operator satelit, yaitu SES, Eutelsat, dan Hispasat. Sisi manufakturnya digarap Airbus Defence and Space, Thales Alenia Space, OHB, serta Aerospacelab.
Negosiasi yang dimulai Januari lalu mengunci sejumlah parameter program, mulai dari rancangan, kapasitas sistem, jadwal penempatan, target harga layanan, sampai porsi investasi operator swasta. Pabrikan-pabrikan Eropa berkomitmen memasok satelit dengan ketahanan yang lebih tinggi.
Layanan yang disiapkan mencakup tanggap darurat, perlindungan infrastruktur kritis, misi keamanan, serta jangkauan komunikasi untuk wilayah yang selama ini tidak terlayani jaringan darat. Jadwal peluncuran mulai 2029 menjadi ujian pertama apakah percepatan yang dijanjikan itu benar-benar terjadi.
Baca juga: India Luncurkan Satelit XpoSat untuk Menyelidiki Lubang Hitam





















