Cekricek.id — Wali Kota New York Zohran Mamdani menyatakan dukungan terhadap rancangan aturan yang mewajibkan perusahaan seperti Amazon mempekerjakan langsung kurir yang mengantarkan paketnya, bukan menyerahkannya kepada rantai subkontraktor.
Dikutip dari Engadget, Senin (10/8/2026), Mamdani menyampaikan dukungannya lewat pernyataan video. “Kalau Amazon yang mengantarkan paket Anda, mereka harus mengikuti aturan yang sama dengan perusahaan pengiriman lain,” katanya.
Isi Rancangan Intro 518
Rancangan yang dijuluki Delivery Protection Act itu terdaftar sebagai Intro 518 dan diajukan anggota Dewan Kota New York Tiffany L. Caban. Mengutip Patch, aturan tersebut mewajibkan perusahaan yang mengoperasikan fasilitas pengiriman jarak akhir berskala tertentu untuk mengantongi lisensi.
Pengiriman jarak akhir atau last-mile adalah tahap terakhir rantai logistik, ketika paket berpindah dari gudang terdekat ke pintu rumah pembeli. Tahap inilah yang paling padat karya dan paling banyak memakai pengemudi lepas.
Rancangan itu juga menetapkan standar minimum untuk keselamatan pekerja, perlindungan di tempat kerja, jadwal pengiriman, kuota produktivitas, dan pengoperasian fasilitas. Pasal yang paling ditentang industri adalah kewajiban perusahaan mempekerjakan langsung pekerja yang menjalankan layanan pengiriman inti, bukan menempatkan mereka sebagai kontraktor independen.
Kendali Tanpa Tanggung Jawab
“Korporasi seperti Amazon membangun model bisnis bernilai miliaran dolar dengan melindungi diri dari pertanggungjawaban lewat sistem subkontrak yang eksploitatif. Seiring meledaknya jumlah pusat pengiriman jarak akhir di New York, kecelakaan lalu lintas dan cedera pekerja ikut melonjak,” ujar Mamdani.
Julie Su, Wakil Wali Kota New York Bidang Keadilan Ekonomi, menyebut pola itu memberi perusahaan kendali tanpa kewajiban. “Selama bertahun-tahun Amazon bersandar pada sistem subkontrak berbelit yang menutup akses pengemudi pengiriman jarak akhir pada perlindungan yang didapat pekerja lain, sementara perusahaan tetap memegang kendali luar biasa atas jadwal, beban kerja, dan seragam mereka,” kata dia.
Serikat pekerja International Brotherhood of Teamsters mendorong rancangan ini sejak Februari 2026 dengan alasan aturan tersebut akan menambah pertanggungjawaban korporasi besar sekaligus memperbaiki upah dan tunjangan kurir.
Angka yang Diperdebatkan
Menurut Patch, sedikitnya 18 fasilitas pengiriman jarak akhir berukuran besar dibuka di New York sejak 2017, sebelas di antaranya sejak 2020. Sebuah laporan pada 2025 menemukan 78 persen kawasan di sekitar fasilitas semacam itu mengalami kenaikan kecelakaan yang menimbulkan cedera. Di kawasan Maspeth, kecelakaan naik 53 persen di sekitar fasilitas FedEx dan 48 persen di sekitar fasilitas Amazon.
Amazon menolak rancangan tersebut. Pada 23 Juli 2026 perusahaan itu menyatakan penerapannya akan menaikkan biaya, memperlambat pengiriman, dan berpotensi mendorong perusahaan berjaringan pengiriman besar memindahkan pusat distribusinya ke luar New York untuk menghindari aturan baru itu.
Koalisi berisi 50 perusahaan pengiriman menyampaikan penolakan senada. “Kami secara konsisten memperingatkan bahwa Intro 518 akan mengancam lapangan kerja, merugikan usaha kecil, dan menaikkan biaya pengiriman,” demikian pernyataan koalisi tersebut. Pihak industri memperkirakan biaya yang ditanggung konsumen bisa naik sampai 664 dolar AS per tahun dan lebih dari 10.000 lapangan kerja di kota itu terancam.
Baca juga: Krisis Sebabkan Banyak Warga Australia Memilih Melepaskan Hewan Peliharaan
Rancangan tersebut belum disahkan Dewan Kota New York. Model kontraktor independen yang dipersoalkan di sini adalah tulang punggung layanan antar cepat berbasis aplikasi di banyak negara, termasuk pada perusahaan yang mengandalkan algoritme untuk mengatur rute, jadwal, dan target harian pengemudinya.





















