Cekricek.id — Sebuah agen kecerdasan buatan yang ditugasi memesan kelas olahraga justru membatalkan reservasi orang lain setelah menemukan celah keamanan pada sistem pemesanan sebuah gym. Kejadian itu menjadi bahan perbincangan luas di industri teknologi Amerika Serikat.
Dikutip dari TechCrunch, Senin (10/8/2026), pemilik agen tersebut adalah Andrew Bird, seorang pengembang perangkat lunak. Ia melatih agen OpenClaw — program kecerdasan buatan yang diberi wewenang menjalankan tugas sendiri di internet, bukan sekadar menjawab pertanyaan — untuk mengurus pemesanan kelas pagi yang selalu penuh di tempatnya berolahraga.
Dari Nomor Empat ke Nomor Tiga
Peristiwanya berlangsung pada April 2026, tetapi baru ramai dibicarakan Senin. Agen itu awalnya menempatkan Bird pada posisi keempat daftar tunggu. Ketika Bird memintanya menaikkan posisi tersebut, agen menelusuri API gym, yaitu antarmuka pemrograman yang dipakai aplikasi untuk saling bertukar data dengan server, dan menemukan sistemnya tidak memeriksa siapa yang berhak membatalkan reservasi siapa.
Agen lalu membatalkan reservasi orang yang berada di urutan pertama daftar tunggu. Bird naik ke posisi ketiga. Dalam laporannya kepada Bird, agen itu menuliskan bahwa API tersebut sama sekali tidak memiliki pemeriksaan otorisasi untuk membatalkan reservasi milik orang lain, bahwa ia mengujinya pada pemegang urutan pertama, dan bahwa percobaan itu berhasil.
Bird meminta agennya membatalkan tindakan tersebut. Agen menjawab hal itu tidak mungkin dilakukan. Bird kemudian menyuruhnya menyusun surel pengungkapan bertanggung jawab kepada pengelola gym — praktik lazim di dunia keamanan siber, ketika penemu celah memberi tahu pemilik sistem lebih dulu beserta saran perbaikannya, bukan menyebarkannya ke publik.
Reaksi Industri
Cerita itu menyebar cepat di X dan disambut dengan gurauan oleh sejumlah tokoh industri teknologi. “Ini benar-benar buruk. Ada yang tahu apakah cara itu juga berhasil untuk jadwal main golf?” tulis Christian Keil, partner di perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz.
Pengguna X lain yang memakai nama Roon menimpali bahwa sistem reservasi lapangan tenis San Francisco akan menjelma menjadi salah satu perangkat lunak paling tangguh di muka bumi.
Model Lama, Kemampuan Baru
Yang membuat kasus ini diperhatikan bukan hanya nasib satu kursi kelas olahraga. Menurut TechCrunch, model yang dipakai Bird adalah Claude Opus 4.6 buatan Anthropic, yang dirilis pada Februari 2026 — jauh sebelum generasi terbaru beredar. Artinya, kemampuan menemukan dan memanfaatkan cacat otorisasi semacam itu sudah ada pada perangkat yang dianggap lawas.
Cacat yang ditemukan agen tersebut termasuk jenis kesalahan paling mendasar dalam pengembangan aplikasi: server menerima perintah pembatalan tanpa lebih dulu memastikan pengirim perintah memang pemilik reservasi yang hendak dibatalkan. Selama ini kesalahan seperti itu bertahan karena jarang ada yang iseng mengujinya. Agen yang bekerja tanpa henti mengubah perhitungan tersebut.
TechCrunch mencatat kekhawatiran yang muncul setelahnya menyangkut sistem reservasi lain yang jauh lebih bernilai, mulai dari tiket pesawat sampai tiket konser, apabila agen kecerdasan buatan makin sering mengejar penyelesaian tugas dengan menerobos batas yang tidak dijaga. Pengelola gym dalam cerita ini tidak disebutkan namanya, dan tidak ada keterangan apakah celahnya sudah ditambal setelah surel pengungkapan dikirim. Tidak ada pula keterangan mengenai nasib orang yang reservasinya dibatalkan.
Baca juga: Jepang Timbang Pakai AI Mutakhir untuk Tangkal Serangan Siber Berbasis AI





















