AS Lumpuhkan Kapal Kargo Vela Nova, Iran Tetap Tolak Buka Selat Hormuz

Ilustrasi kapal-kapal tanker berlabuh di perairan, bukan foto kapal Vela Nova

Ilustrasi kapal tanker di jalur pelayaran. Ini bukan foto kapal kargo Vela Nova yang ditembak AS di Teluk Oman. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Militer Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman setelah menuduhnya berupaya menerobos blokade laut yang dipasang Washington terhadap Iran. Kejadian ini menambah rentetan insiden di perairan yang menjadi jalur minyak dan gas alam cair paling ramai di dunia.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (11/8/2026), sebuah helikopter Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal Hellfire ke kapal bernama Vela Nova, menyasar ruang mesin dan melumpuhkan kemudinya. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan kapal itu "berupaya melintasi Teluk Oman dan melanggar blokade Amerika Serikat terhadap Iran dengan berlayar menuju pelabuhan Iran".

55 Kapal Dihentikan Sejak Blokade Dipasang

CENTCOM menyebut sejak blokade dipasang, pihaknya telah menghentikan 55 kapal niaga, melumpuhkan tiga kapal yang dinilai "tidak patuh", dan menaiki dua kapal lainnya. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur lintasan sekitar 20 persen perdagangan bahan bakar fosil maritim dunia, sehingga setiap gangguan di sana langsung terasa pada pasar energi global.

Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah sejak 28 Februari 2026 dan belum juga berakhir. Eskalasi terbaru terjadi pada Juli lalu lewat rangkaian serangan yang berlangsung 13 hari berturut-turut, sebelum blokade laut kembali diperketat.

"Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka"

Sehari setelah insiden Vela Nova, Iran menegaskan sikapnya tidak berubah. Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (12/8/2026), Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung sepenuhnya pada perubahan sikap Washington.

"Selama Amerika Serikat tidak mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," kata Mohsen Rezaei, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Rezaei merinci syarat yang dimaksud: penghentian perang dan blokade, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta kesepakatan gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza. "Pesan Iran jelas. Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS mengakhiri perang dan blokade, membebaskan aset Iran yang dibekukan, dan menyepakati gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon dan Gaza," ujarnya.

Qatar Sebut Ada Sinyal Positif

Di tengah kebuntuan itu, mediator regional menyatakan optimisme tipis. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari menyebut ada tanda-tanda kemajuan dari kedua belah pihak. "Kami mendengar pernyataan-pernyataan positif dari kedua ibu kota dalam beberapa hari terakhir," kata Majed al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sendiri menggambarkan perundingan yang berlangsung sebagai proses yang alot. "Saya semacam sedang bernegosiasi. Mereka negosiator yang sangat licik," kata Trump, masih dikutip dari Al Jazeera.

Korban yang Terus Bertambah

Konflik yang sudah berjalan lebih dari lima bulan ini telah menelan korban dalam jumlah besar di berbagai pihak. Iran mencatat sedikitnya 3.527 orang tewas dan lebih dari 27.000 luka-luka, sementara Amerika Serikat mencatat sedikitnya 18 personelnya tewas. Di Lebanon, eskalasi serangan Israel sejak awal Maret menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang lainnya.

Tekanan Ekonomi sebagai Senjata Utama

Insiden Vela Nova memperlihatkan bagaimana Washington kini mengandalkan tekanan ekonomi lewat blokade laut, bukan semata serangan militer langsung, sebagai alat utama menekan Teheran. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Trump beralih ke tekanan ekonomi atas Iran lewat blokade laut, sebuah strategi yang disebutnya seperti permainan catur. Trump juga membalas tuntutan reparasi perang Iran dengan tuntutan balik senilai kerusakan selama 50 tahun, memperlihatkan betapa jauh jarak kedua pihak dari titik temu.

Di sisi Iran, pergantian pucuk pimpinan keamanan turut mewarnai jalannya perundingan. Iran merombak jabatan tertinggi bidang keamanannya dengan menunjuk Mohsen Rezaei di tengah perundingan Selat Hormuz — penunjukan yang kini menempatkannya sebagai juru bicara utama Teheran dalam sengketa jalur pelayaran paling strategis di dunia itu.

Baca Juga

Ilustrasi seseorang memegang topeng anonim di depan rak server pusat data
Wesco Akui Insiden Keamanan Usai ExfilSquad Klaim Curi 2,6 Juta Data
Ilustrasi pesawat angkut militer di landasan pacu bandara
Rusia Bebaskan Eks Marinir AS Robert Gilman Usai Empat Tahun Ditahan
Ilustrasi editorial uang mengalir deras menggambarkan pendanaan besar ke startup AI River AI
Startup AI Igor Babuschkin, River AI, Raih Pendanaan 1,1 Miliar Dolar AS
Ilustrasi pemandangan udara lanskap tundra dan lahan basah di kawasan Arktik
Emisi Metana Siberia Berlipat Ganda dalam 13 Tahun, Ancam Seperlima Target Iklim Global 2050
Ilustrasi ruang sidang parlemen, bukan foto sidang Parlemen Lebanon yang sebenarnya
Lebanon Jadi Negara Pertama di Timur Tengah Hapus Hukuman Mati
Ilustrasi jabat tangan antara dua pejabat di ruang pertemuan diplomatik, bukan foto pertemuan resmi Venezuela dan Israel
Venezuela Pulihkan Hubungan Konsuler dengan Israel Setelah Putus 17 Tahun