Cekricek.id — Badan jalan di ruas poros Silago, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, amblas di kedua sisi pekan lalu, menyempitkan satu-satunya jalur yang menghubungkan tiga nagari dengan pusat kabupaten. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya bergerak cepat mengerahkan alat berat selama dua hari untuk mencegah kerusakan meluas.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, dharmasrayakab.go.id, Selasa (11/8/2026), titik amblas berada di kawasan Bukik Kubang, tepat di atas anak Sungai Muaro Ampalu. Badan jalan yang berdiri di atas aliran air itu turun di kedua sisinya, membuat jalur melintas menyempit meski warga disebut masih bisa melewatinya dengan hati-hati.
Dua Hari Kerja, 14 Box Culvert Dipasang
Penanganan berlangsung sejak Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). Selain menurunkan alat berat ke lokasi, tim PUPR memasang 14 unit box culvert di titik amblas untuk menahan badan jalan agar tidak terus tergerus aliran air sungai di bawahnya. Box culvert berfungsi ganda sebagai saluran air sekaligus penopang badan jalan, menggantikan fondasi tanah yang sudah tergerus arus sungai, sehingga jalur di atasnya bisa kembali dilalui kendaraan tanpa harus menunggu perbaikan permanen rampung seluruhnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, mengatakan penanganan dilakukan sesegera mungkin setelah laporan kerusakan diterima.
“Penanganan ini kami lakukan secepatnya karena kondisi badan jalan sudah mengalami amblas di kedua sisi dan jalurnya menyempit,” kata Zakirman.
Akses Vital Tiga Nagari
Zakirman menjelaskan, ruas Silago merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi warga Nagari Silago, Nagari Banai, dan Nagari Lubuk Karak menuju pusat pemerintahan kabupaten. Jika jalur itu benar-benar putus, mobilitas warga tiga nagari sekaligus akan terganggu, mulai dari akses sekolah, pasar, hingga layanan kesehatan. Dharmasraya sendiri merupakan salah satu sentra perkebunan sawit dan karet di Sumatera Barat, sehingga jalan yang menghubungkan nagari-nagari penghasil ke pusat kabupaten juga menjadi jalur distribusi hasil kebun warga.
Ia menyebut hasil penanganan sementara sudah cukup melegakan warga. “Alhamdulillah, setelah dilakukan penanganan, akses masih dapat dilalui dengan lebih baik,” ujarnya.
Bagian dari Kesiagaan Infrastruktur Sumbar Jelang Musim Hujan
Penanganan cepat di Silago menambah daftar respons pemerintah daerah di Sumatera Barat menjaga infrastruktur dari ancaman aliran air dan cuaca ekstrem. Di Padang, Pemerintah Kota bersama Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi tengah menyusun penanganan banjir jangka panjang berupa bendungan, perbaikan drainase, dan pemasangan sensor, bukan sekadar tambal darurat. Universitas Andalas belakangan juga menyebar 3.800 bibit pohon di sembilan lokasi bekas banjir bandang untuk memperkuat vegetasi penahan tanah di kawasan hulu.
Baca juga: Cegah Longsor, Tim UNP Latih Remaja Masjid Tanah Datar Bikin dan Sebar Bola Benih
Dinas PUPR Dharmasraya menyatakan akan terus memantau kondisi badan jalan di Bukik Kubang, terutama saat intensitas hujan meningkat, mengingat lokasi itu langsung berbatasan dengan aliran anak sungai yang berpotensi kembali menggerus fondasi jalan di kemudian hari. Warga tiga nagari yang menggantungkan mobilitas hariannya pada ruas ini pun diminta tetap berhati-hati melintas, terutama saat hujan deras turun dan debit air anak sungai di bawah jalan naik drastis.


















