Maudy Ayunda dan Angga Yunanda Latihan Berbulan-bulan demi Levitating, Film Trance Indonesia yang Tayang Perdana di Sundance

Maudy Ayunda, pemeran film Levitating (Para Perasuk)

Maudy Ayunda. [Foto: Instagram/@maudyayunda]

Cekricek.id— Film Indonesia berjudul Levitating, atau dikenal dengan judul aslinya Para Perasuk, tayang perdana di Sundance Film Festival pada 24 Januari 2026 di The Yarrow Theatre, Park City, Utah. Film garapan sutradara Wregas Bhanuteja ini mengangkat tradisi kerasukan dan ritual trance di sebuah kota kecil di Indonesia, dengan Maudy Ayunda dan Angga Yunanda sebagai dua pemeran utamanya.

Berawal dari Kecemburuan Masa Kecil

Wregas Bhanuteja mengaku ide film ini lahir dari perasaan pribadinya sejak kecil. “Saya selalu merenungkan sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Saya ingin membuang energi buruk itu dan fokus pada yang penting: cinta dari orang-orang di sekitar saya,” kata Wregas. Ia menyebut gagasan film ini bermula dari rasa cemburu masa kecilnya karena tidak pernah menyaksikan langsung penglihatan gaib yang dialami kakaknya, yang kemudian mendorongnya menciptakan cerita ini. Film ini mengangkat tema pencarian kebahagiaan, obsesi, dan ambisi, sekaligus soal bagaimana tidak mengecewakan orang-orang terdekat karena ambisi yang dikejar.

Maudy Ayunda Latihan Tari Berbulan-bulan

Maudy Ayunda yang memerankan tokoh Laksmi menjalani latihan tari selama berbulan-bulan untuk adegan-adegan menuntut fisik di film ini, hingga sempat mengalami kelelahan fisik yang berat. Sang sutradara mendorongnya untuk “membiarkan tubuh saya memimpin jalannya,” yang menurut Maudy pada akhirnya “memberi kebebasan di lokasi syuting”.

Sementara itu, Angga Yunanda yang memerankan tokoh Bayu tampil di sekitar 60 adegan sepanjang film ini. Ia menggambarkan pengalaman produksinya secara singkat namun padat, “Semuanya berat,” katanya soal proses syuting yang ia jalani.

Digarap Dua Tahun, Libatkan 500 Orang

Levitating berkompetisi di kategori World Cinema Dramatic Competition, salah satu kategori bergengsi di Sundance. Proses produksinya memakan waktu dua tahun dengan melibatkan lebih dari 500 orang kru dan pemeran pendukung, mengambil latar sebuah kota di Indonesia yang menjadi pusat ritual kerasukan dan trance.

Baca juga: Maudy Ayunda Pakai Kebaya Tradisional, Dinobatkan Netizen Jadi Duta Kebaya Nasional

Keikutsertaan film Indonesia di kompetisi utama Sundance menjadi capaian yang tidak sering terjadi, mengingat ajang ini dikenal ketat menyeleksi film-film independen dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Baca juga: Makin Mirip Oppa Korea, Angga Yunanda Makin Wow dengan Baju Peraknya

Capaian ini menambah daftar panjang film Indonesia yang berhasil menembus festival film bergengsi dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Bangga, 3 Film Tanah Air Ini Telah Mendunia

Baca Juga

Claresta Taufan, pemeran utama Queen of Malacca
Angga Dwimas Sasongko Bangun Dunia Fantasi Baru di Queen of Malacca, Gabungkan Silat dengan Gaya Laga Hong Kong
Reza Rahadian dan Sam Manacsa berpose bersama mengenakan headphone produksi di lokasi syuting
Reza Rahadian Bawa Film Pendek Annisa Tembus Cannes, Angkat Kisah Gadis Buta yang Gemar Bernyanyi
Poster resmi Avengers Doomsday bertema tapestry emas yang diunggah Robert Downey Jr
Robert Downey Jr Unggah Poster Avengers: Doomsday, Beri Peringatan Doom Tidak Mengetuk Pintu
Iko Uwais tersenyum berswafoto layar saat panggilan video bersama Jackie Chan
Iko Uwais Kembali ke Akar Silat, Gandeng Bintang Laga Jepang Tak Sakaguchi di Pendekar: Warrior
Joe Taslim berswafoto mengenakan kostum di balik layar produksi film
Joe Taslim Bongkar Alasan Langsung Terima Tawaran The Furious: Kau Tak Perlu Terbang ke Sini, Cukup Kirim Pesan
Agnez Mo dan Anggun berpose bersama pemeran Reacher dan Neagley di studio Comic-Con Entertainment Weekly
Duet Perdana di Hollywood, Agnez Mo dan Anggun Jadi Ibu-Anak Antagonis di Reacher Season 4