Cekricek.id — Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan Inggris yang seharusnya mengambil langkah pertama untuk memulihkan komunikasi langsung antarkementerian pertahanan kedua negara, yang terputus sejak 2024.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (12/8/2026), pernyataan itu muncul sebagai respons atas laporan sejumlah media Inggris yang menyebut pejabat pertahanan Inggris mendapat tekanan untuk “merestart” komunikasi dengan mitra mereka di Rusia.
"London yang Memulai Pemutusan Dialog"
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Inggrislah pihak yang memulai pemutusan dialog lewat kementerian pertahanan kedua negara. “London-lah yang memulai pemutusan dialog lewat kementerian-kementerian pertahanan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Anadolu Agency. “Karena itu, merekalah yang seharusnya mengambil langkah pertama untuk memperbaikinya,” lanjut pernyataan tersebut.
Kementerian itu menyebut Inggris mengusir atase militer Rusia pada Mei 2024, langkah yang memutus saluran komunikasi antarkedua kementerian pertahanan. Moskow mengaku sempat menerima sinyal berkala dari London soal keinginan memulihkan kontak, namun belum melihat tindak lanjut konkret dari sinyal-sinyal tersebut.
Terakhir Berkomunikasi Sejak 2022
Komunikasi militer langsung tingkat tinggi antara Inggris dan Rusia terakhir kali terjadi pada September 2022, ketika Kepala Staf Pertahanan Inggris saat itu, Laksamana Tony Radakin, berbicara dengan Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov. Pembicaraan itu terjadi menyusul insiden yang melibatkan pesawat Rusia dan pesawat pengintai Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di atas Laut Hitam. Sejak saat itu, tidak ada lagi komunikasi langsung yang tercatat antara pucuk pimpinan pertahanan kedua negara.
Ketegangan Berlapis dengan Barat
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan berlapis antara Rusia dan negara-negara Barat yang terus meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Senat Amerika Serikat mengesahkan paket sanksi besar atas sektor energi Rusia dengan dukungan bipartisan 86 berbanding 11 suara, menyasar pembeli minyak dan gas Rusia termasuk kapal-kapal tua yang berganti bendera untuk menyiasati sanksi sebelumnya. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam membalas setimpal jika negara-negara Eropa terus menyita kapal-kapal yang diduga membawa minyak Rusia, memperlihatkan betapa cepat lingkaran tekanan dan pembalasan antara Moskow dan Barat terus berputar.
Dampak nyata dari konflik yang berkepanjangan ini juga terus dirasakan di dalam negeri Ukraina sendiri. Cekricek.id sebelumnya memberitakan serangan drone Rusia menghancurkan sekitar delapan juta buku di gudang penerbit Ukraina, Ranok, di Kharkiv, pukulan terberat bagi industri penerbitan Ukraina sepanjang hampir empat tahun perang.
Belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pertahanan Inggris atas pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia ini.





















