Cekricek.id — Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Moskow akan membalas setimpal jika penyitaan kapal-kapal yang diduga membawa minyak Rusia terus berlanjut.
Dikutip dari Al Jazeera yang bersumber dari AFP, Rabu (12/8/2026), peringatan itu muncul menyusul serangkaian tindakan negara-negara Eropa mencegat kapal yang diduga bagian dari “armada bayangan” Rusia, yakni kapal-kapal niaga yang dipakai mengangkut minyak Rusia demi menyiasati sanksi Uni Eropa.
“Kami Akan Merespons Setimpal”
Putin menyebut tindakan negara-negara Eropa itu sebagai bentuk perampasan yang tidak sah. “Bila rencana-rencana ini benar-benar dijalankan, kami harus merespons setimpal,” kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Ia menegaskan Rusia akan bertindak “di mana pun dan kapan pun kami anggap perlu dan pantas” sebagai balasan, sembari menyebut penyitaan kapal-kapal itu sebagai “pembajakan dan perampokan”. Putin turut menyinggung ekspansi kehadiran militer Barat di kawasan sekitar Rusia. “NATO tengah merangsek masuk ke kawasan ini, blok-blok militer-politik baru sedang dibentuk,” ujarnya.
Uni Eropa Perketat Aturan Sitaan
Ketegangan ini dipicu langkah Uni Eropa bulan lalu yang mengesahkan paket sanksi baru, memberi wewenang kepada negara anggota untuk menjual muatan kapal yang disita. Sejumlah negara Eropa sudah mulai mencegat kapal-kapal tanker yang dicurigai membawa minyak Rusia di perairan seperti Selat Inggris.
Armada bayangan Rusia sendiri sudah lama menjadi sorotan lembaga pemantau lingkungan dan keamanan maritim internasional. Cekricek.id sebelumnya memberitakan tanker Caroline Bezengi, yang diyakini bagian dari armada bayangan Rusia, kian tenggelam di perairan Oman dan mencemari hampir 800 kilometer persegi laut akibat tumpahan minyak yang terus meluas.
Sanksi AS Turut Menyasar Armada Bayangan
Tekanan terhadap armada bayangan Rusia juga datang dari Washington. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Senat Amerika Serikat mengesahkan paket sanksi besar atas sektor energi Rusia dengan suara 86 berbanding 11, yang turut menyasar kapal tanker tua berganti bendera yang dipakai Moskow untuk menyiasati sanksi sebelumnya.
Ancaman balasan Putin muncul di tengah tekanan domestik yang juga meningkat di Rusia. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Mahkamah Agung Rusia mencoret Yabloko, satu-satunya partai penentang perang, dari surat suara pemilihan parlemen mendatang, menunjukkan ruang bagi suara oposisi di dalam negeri Rusia kian menyempit bersamaan dengan meningkatnya ketegangan Moskow dengan Eropa di luar negeri.
Belum ada tanggapan resmi dari Uni Eropa atas ancaman balasan Putin. Sejauh ini negara-negara anggota Uni Eropa menyatakan penyitaan kapal armada bayangan merupakan penegakan sanksi yang sah, bukan tindakan sepihak sebagaimana yang dituduhkan Moskow.





















