Cekricek.id — PT Visi Indonesia Parama menandatangani nota kesepahaman dengan pembeli asal Arab Saudi, Bassam Salem Abdullah Fotis Company, untuk pengiriman produk cokelat bubuk dan keping karbon aktif senilai USD197.305 atau sekitar Rp3,5 miliar. Kesepakatan ini merupakan hasil fasilitasi business matching Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah.
Menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Selasa (11/8/2026), penandatanganan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2026), menandai tindak lanjut konkret dari upaya penjajakan pasar Timur Tengah yang telah dirintis sebelumnya.
Produk Indonesia Dinilai Kompetitif
Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, menilai kerja sama bisnis semacam ini membuktikan kesiapan industri dalam negeri bersaing di pasar internasional.
“Kerja sama bisnis ini menunjukkan kemampuan produksi Indonesia sudah mumpuni untuk bersaing di pasar internasional,” kata Fajarini.
Dari sisi pembeli, Bassam Salem Abdullah Fotis menyampaikan alasannya memilih produk Indonesia. “Produk Indonesia memiliki kualitas bagus dengan harga kompetitif,” ujarnya.
Business Matching Diharapkan Berlanjut
Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, menegaskan tujuan utama kegiatan business matching adalah menghasilkan kesepakatan nyata, bukan sekadar pertemuan seremonial.
“ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut konkret,” kata Bagas.
Direktur Utama PT Visi Indonesia Parama, Lukman Nurjaman, menyebut kunjungan pembeli langsung ke fasilitas produksinya menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kemampuan perusahaannya. “Kunjungan buyer memberi kesempatan menunjukkan kemampuan produksi kami,” tuturnya.
Surplus Dagang dengan Arab Saudi Terus Terjaga
Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD1,68 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara tercatat USD3,94 miliar dengan Indonesia membukukan surplus USD1,82 miliar.
Kesepakatan dagang produk cokelat bubuk dan karbon aktif ini melengkapi rangkaian penetrasi pasar Timur Tengah yang tengah digenjot pelaku usaha Indonesia, setelah sepuluh perusahaan Indonesia lolos kurasi untuk tampil di Saudi Fashion & Tex Expo 2026 di Jeddah. Penguatan pasar ekspor ke kawasan Teluk juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga tren ekspor nonmigas yang naik 8,68 persen pada Juni 2026 sekaligus menyusutkan defisit dagang nasional.
Kesepakatan dari Jeddah ini juga berjalan tak lama setelah Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu sejumlah menteri perdagangan mitra di sela pertemuan BRICS Trade Ministers' Meeting di Jaipur, India, yang turut membahas perluasan akses pasar ekspor Indonesia ke berbagai kawasan.





















