Cekricek.id— Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) memodernisasi tata kelola pakan ternak di Desa Bandar Malela, Kabupaten Simalungun, lewat penerapan teknologi formulasi pakan digital dan alat pencampur otomatis, Rabu (12/8/2026).
Tim gabungan yang dipimpin Prof. Dr. Tulus, Vor.Dipl.Math., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU ini melibatkan ekonom, dokter hewan, dan insinyur, berkolaborasi dengan tim UPM. Program ini menyasar peternak yang selama ini mengandalkan metode coba-coba dan mencampur pakan secara manual memakai sekop, sehingga komposisinya tidak konsisten dan pertumbuhan ternak jadi tidak merata.
Kesenjangan antara pengalaman lapangan peternak dan pemahaman teknis soal komposisi gizi pakan menjadi persoalan yang coba dijawab lewat kolaborasi riset terapan USU dan UPM ini.
Aplikasi Feed Smart dan Mesin Pencampur Otomatis
Solusi yang diperkenalkan mencakup aplikasi Feed Smart untuk menghitung komposisi dan biaya pakan, serta mesin pencampur otomatis yang mempercepat proses sekaligus menghasilkan campuran yang lebih homogen. Menurut catatan tim, tingkat adopsi teknologi ini di kalangan peternak setempat sudah mencapai 88 persen, yang berarti sebagian besar peternak kini mampu memformulasikan pakan dan mengoperasikan alatnya secara mandiri.
Tulus menyebut program ini dirancang tidak berhenti pada alih teknologi semata. “Program ini mengintegrasikan penguatan hard skill, soft skill, serta pemanfaatan limbah pertanian agar peternak tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat mengelola usaha peternakannya secara lebih efisien,” kata Tulus, dikutip dari laman resmi Universitas Sumatera Utara, Rabu (12/8/2026).
Program ini disebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3) serta pertumbuhan ekonomi (SDG 8), karena tidak hanya menyasar aspek teknis produksi pakan, tetapi juga kemampuan peternak mengelola usahanya secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pendampingan tim kampus.
Baca juga: Tim Mahasiswa FKG USU Raih Juara I Kompetisi Poster Internasional 2026
Bagian dari Program Pengabdian Lintas Negara
Program di Simalungun ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat internasional USU bersama mitra dari Malaysia. Pendekatan lintas disiplin—menggabungkan ilmu eksakta, kedokteran hewan, dan ekonomi—dipakai USU untuk memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai kebutuhan peternak di lapangan, bukan sekadar transfer alat.
Baca juga: UNRI Buka Pojok Literasi dan Gerai Wirausaha Mahasiswa di Tepi Danau Kampus
Wilayah Simalungun sendiri belakangan menjadi sorotan berbagai program pemberdayaan, seiring makin banyak lembaga yang menaruh perhatian pada penguatan ekonomi warga di kawasan Sumatera Utara.
Baca juga: OJK Kukuhkan Kepala Baru di Sumatera Utara, Perkuat Kelembagaan Daerah





















