Cekricek.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperluas cakupan bantuan revitalisasi sekolah pada 2026. Jumlah satuan pendidikan penerima melonjak dari 337 unit pada 2025 menjadi 920 unit tahun ini, dengan total anggaran mencapai Rp617,24 miliar.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sumbarprov.go.id, Selasa (11/8/2026), lonjakan jumlah penerima itu setara peningkatan 173 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara anggarannya naik sekitar 106 persen dari Rp300,07 miliar pada 2025.
PAUD Melonjak 774 Persen
Rincian penerima bantuan tahun ini mencakup 271 satuan PAUD dengan alokasi Rp110,17 miliar, 443 sekolah dasar senilai Rp245,73 miliar, 142 sekolah menengah pertama senilai Rp172,44 miliar, dan 64 sekolah menengah atas senilai Rp88,89 miliar. Dibanding 2025, bantuan untuk PAUD melonjak 774 persen, sekolah dasar naik 228 persen, dan sekolah menengah pertama bertambah 53 persen.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengatakan perluasan cakupan ini berdampak langsung pada jumlah anak yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak.
“Semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, maka itu berarti, semakin banyak juga anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak,” kata Vasko.
Bukan Cuma Bangunan Baru
Vasko menegaskan revitalisasi yang dimaksud tidak melulu soal pembangunan gedung baru, melainkan mencakup perbaikan ruang kelas, atap, fasilitas sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah. Menurutnya, kenyamanan fasilitas berpengaruh langsung pada semangat belajar siswa dan kinerja mengajar guru.
“Fondasi pendidikan itu harus dikuatkan sejak awal,” ujarnya, menambahkan bahwa sekolah yang nyaman membuat siswa lebih termotivasi dan guru mengajar lebih baik.
Bagian dari Perhatian Provinsi pada Sektor Pendidikan
Perluasan bantuan revitalisasi sekolah ini menambah daftar perhatian Pemprov Sumbar pada sektor pendidikan dalam beberapa pekan terakhir. Provinsi ini sebelumnya juga menjadi sorotan lewat tingkat kegemaran membaca yang mencapai 54,8 namun masih dinilai Perpusnas berada di kategori rendah, sementara di sisi lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menilai Padang punya modal jadi kota global berbasis pendidikan berkat indeks pembangunan manusia yang terus memimpin di provinsi ini.
Baca juga: Wagub Resmikan Peluncuran Silat Tradisi Minangkabau di Agam
Dengan cakupan yang melompat hampir tiga kali lipat dalam setahun, tantangan berikutnya bagi Pemprov Sumbar adalah memastikan seluruh 920 satuan pendidikan itu benar-benar rampung direvitalisasi sesuai rencana, mengingat proyek fisik semacam ini rawan meleset dari jadwal bila proses lelang dan pengadaan di lapangan tidak berjalan mulus.





















