Cekricek.id — Teleskop Antariksa James Webb mengungkap debu dan air bisa terbentuk sekaligus bertahan di lingkungan ekstrem, sangat dekat dengan lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti, Sagitarius A*. Pengamatan pada bintang tua IRS 3, yang berjarak hanya 0,55 tahun cahaya dari lubang hitam itu, menunjukkan bintang tersebut terus memproduksi materi kendati diterjang radiasi ekstrem.
Temuan itu dipaparkan Florian Peißker, peneliti dari University of Cologne, Jerman, bersama Macarena Garcia Marin dari European Space Agency (ESA) dan tim internasional lain, lewat artikel Dust production in the harsh environment of Sgr A* — MIRI/JWST observation of the O-rich asymptotic giant branch star IRS 3 dalam jurnal Astronomy & Astrophysics volume 712, Agustus 2026.
Dikutip dari rilis ESA/Webb, Selasa (11/8/2026), pusat galaksi disebut sebagai salah satu lingkungan paling ekstrem di alam semesta, sehingga pertanyaan apakah bintang bisa terus memperkaya sekelilingnya di sana menjadi penting untuk dijawab.
“Pusat galaksi termasuk lingkungan paling ekstrem, sehingga memahami apakah bintang bisa terus memperkaya sekelilingnya di sana adalah pertanyaan penting,” kata Peißker. “Dengan Webb, kami bisa langsung mengamati bagaimana bintang berperilaku dalam kondisi seperti ini dan melihat produksi debu tetap sangat tangguh.”
Spektrum Inframerah Tengah Pertama untuk Bintang Ini
Macarena Garcia Marin, pemimpin program Mid-Infrared Characterisation of Nearby Iconic galaxy Centres (MICONIC) di ESA, menjelaskan pencapaian ini hanya mungkin berkat instrumen inframerah canggih milik Webb.
“Penemuan ini terwujud berkat instrumen inframerah Webb yang sangat mumpuni. Ini kali pertama spektrum inframerah tengah yang kontinu berhasil dikumpulkan untuk bintang ini,” kata Garcia Marin. Dia menyebut deteksi air pada bintang itu sebagai bagian paling menarik dari temuan tersebut.
“Deteksi air ini sangat menarik karena menunjukkan materi molekuler bisa bertahan di lingkungan yang didominasi radiasi intens,” tutur Garcia Marin.
Terpisah dari Aliran Bintang di Luar Bima Sakti
Temuan soal IRS 3 ini berbeda dari riset lain yang lebih dulu diberitakan Cekricek.id pekan ini soal aliran bintang gugus bola pertama yang ditemukan di luar Bima Sakti, yang menyoroti jejak materi gelap di skala galaksi jauh lebih besar. Riset IRS 3 justru berfokus pada skala mikro, tepat di sekeliling lubang hitam pusat galaksi sendiri.
Penemuan bintang “pendatang” di jantung Bima Sakti pada riset sebelumnya, sebagaimana diberitakan dalam Heboh! Bintang di Jantung Bimasakti Ternyata Pendatang dari Galaksi Asing, turut menegaskan wilayah pusat galaksi menyimpan banyak anomali yang masih terus diungkap para astronom.
Baca juga: Mengungkap Peta Terbesar Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta
Data pengamatan ini dikumpulkan lewat Program #1266, dan menjadi bagian dari upaya lebih besar mengurai bagaimana bintang-bintang di sekitar lubang hitam pusat galaksi tetap bertahan dan memproduksi materi baru meski berada di salah satu zona radiasi paling ganas di Bima Sakti.





















