Cekricek.id — Jembatan Beton Garuda di Kampung Lubuk Ganggo, Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali dapat dilalui warga setelah sempat putus diterjang banjir bandang. Jembatan yang menjadi akses utama warga itu diresmikan pemakaiannya kembali pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, pesisirselatankab.go.id, peresmian dilakukan Komandan Kodim 0311 Pesisir Selatan Letnan Kolonel Infanteri Yudi Eka Pratama. Pembangunan kembali jembatan melibatkan personel TNI sebagai bagian dari pemulihan akses di wilayah yang terdampak bencana.
Peresmian pemakaian kembali menandai selesainya pengerjaan ulang struktur jembatan yang sebelumnya rusak. Kehadiran Dandim 0311 dalam kegiatan itu menegaskan peran TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan infrastruktur dasar warga di lokasi yang sempat diterjang banjir bandang.
Akses Ekonomi Warga Pulih
Jembatan Garuda selama ini menjadi penghubung penting bagi mobilitas warga Lubuk Ganggo, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian dan menopang kegiatan perekonomian. Ketika struktur jembatan putus akibat banjir bandang, aktivitas warga di kampung tersebut ikut terhambat.
Kembalinya fungsi jembatan disambut sebagai kabar baik oleh pemerintah daerah karena akses tersebut berperan penting dalam menunjang mobilitas warga dan berbagai aktivitas sehari-hari. Jalur itu menghubungkan permukiman warga dengan pusat kegiatan sekaligus lahan pertanian di sekitarnya, sehingga terputusnya jembatan berdampak langsung pada rutinitas dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Padang Pariaman Raih Dua Penghargaan Terbaik KPPN Padang Awards
“Jembatan ini menjadi akses bagi warga untuk beraktivitas, membawa hasil panen, dan menjalankan kegiatan ekonomi lainnya. Kita berharap keberadaannya kembali memberikan manfaat dan meningkatkan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Yudi Eka Pratama.
Menurut Yudi, pembangunan kembali jembatan merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan akses infrastruktur setelah bencana. Ia menyebut keterlibatan TNI memungkinkan pemulihan akses di wilayah terdampak dikerjakan sehingga mobilitas warga tidak lagi terganggu.
Imbauan Merawat Jembatan
Yudi mengimbau warga ikut menjaga dan memelihara jembatan agar manfaatnya bertahan lama. Ia meminta masyarakat menggunakan fasilitas itu sesuai peruntukannya dan tidak membebaninya secara berlebihan.
“Jembatan ini merupakan fasilitas yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga ikut menjaga dan merawatnya serta menggunakan jembatan sesuai peruntukannya,” katanya.
Baca juga: Bupati Safni Lantik Camat Guguak Baru
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin yang hadir dalam peresmian menyampaikan apresiasi kepada TNI dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan kembali jembatan. Ia menilai pemulihan akses tersebut berarti besar bagi warga Lubuk Ganggo dan sekitarnya karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga jembatan ini dapat kembali digunakan masyarakat. Infrastruktur seperti ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan perekonomian warga,” ujar Zainal Arifin.
Menurut Zainal, akses transportasi yang kembali normal akan berdampak positif terhadap mobilitas warga, aktivitas ekonomi, dan pengangkutan hasil pertanian. Karena itu, pemerintah daerah mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu warga memperoleh kembali akses yang sempat terputus.
Pemeliharaan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Zainal menekankan pemeliharaan infrastruktur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat sebagai pengguna. Ia berharap warga menjaga jembatan secara bersama-sama agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Baca juga: Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri
Baik Komando Distrik Militer 0311 maupun Dinas Komunikasi dan Informatika Pesisir Selatan mewartakan peresmian tersebut sebagai bagian dari upaya memulihkan akses masyarakat pascabencana. Pemerintah daerah menegaskan pemulihan sarana penghubung seperti jembatan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan denyut ekonomi warga di wilayah terdampak.
Rilis pemerintah kabupaten tidak merinci panjang bentang maupun biaya pembangunan kembali Jembatan Garuda. Kampung Lubuk Ganggo di Nagari Duku Utara merupakan salah satu permukiman di Kecamatan Koto XI Tarusan yang bergantung pada jembatan itu sebagai jalur utama menuju pusat aktivitas warga dan lahan pertanian di sekitarnya.
Dengan kembali berfungsinya Jembatan Garuda, pemerintah daerah berharap distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah dan kegiatan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal. Pemulihan akses tersebut sekaligus diharapkan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana serta mempercepat pemulihan aktivitas di wilayah terdampak.


















