Cekricek.id — Pemerintah Kota Padang memulai pengerjaan Rehabilitasi Drainase Paket 11 di Kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, pada Senin (10/8/2026). Pekerjaan itu dimulai sepekan setelah banjir kembali menerjang sejumlah wilayah kota pada 3 Agustus 2026.
Dikutip dari padang.go.id, Senin (10/8/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang memusatkan pekerjaan tersebut pada perbaikan sekaligus pengoptimalan kembali fungsi sistem saluran air di wilayah terdampak. Sasarannya, air kembali mengalir lancar sehingga potensi genangan maupun ancaman banjir susulan dapat ditekan.
Baca juga: Tanggul Lapau Munggu Jebol Diterjang Banjir, Pemko Padang Kebut Perbaikan
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyatakan pemulihan fasilitas publik menjadi prioritas utama untuk menjaga ketahanan sektor sosial dan ekonomi warga. Ia meninjau langsung pelaksanaan proyek rehabilitasi drainase itu di lapangan.
“Tugas kita bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, melainkan memastikan bahwa infrastruktur, ekonomi, dan kehidupan sosial warga terbangun lebih baik. Apalagi tanggal 3 Agustus kemarin kita baru saja diuji kembali dengan bencana banjir, kita tetap berkolaborasi dengan berbagai pihak dan bertahap akan kita perbaiki satu-persatu sesuai kewenangan Pemerintah Kota Padang,” ujar Malvi Hendri.
Pemerintah kota menempatkan perbaikan saluran air sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas sekaligus keamanan warga di kawasan terdampak. Malvi menyebut perbaikan dikerjakan bertahap, dengan melibatkan berbagai pihak dan menyesuaikan kewenangan yang dimiliki pemerintah kota.
Bendung Batu Busuk Ikut Diperbaiki
Pada hari yang sama, Dinas PUPR memulai rehabilitasi Bendung Batu Busuk-Sungkai 1 di Kecamatan Pauh. Pekerjaan itu dipegang CV. Ghalfib dengan masa penyelesaian 135 hari kalender, atau berakhir sekitar akhir Desember 2026.
Fokus utamanya mengembalikan kondisi fisik sekaligus fungsi bendung agar dapat beroperasi optimal menopang kebutuhan pengairan masyarakat sekitar. Malvi menyebut seluruh tahapan percepatan pemulihan tetap mengedepankan prinsip aturan yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga proses pengadaan, dan berharap pengerjaan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti.
Bendung berfungsi menaikkan muka air sungai supaya dapat dialirkan ke jaringan irigasi. Kerusakan pada bangunan itu membuat pasokan air ke lahan pertanian di hilirnya terganggu.
Tiga Kecamatan Dikerjakan Serentak
Paket ketiga yang dimulai pada Senin berada di Kecamatan Lubuk Kilangan. Di kawasan Lubuk Hantu, Dinas PUPR membangun bendung baru bernama Bendung Beringin-Lubuk Hantu dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Bendung itu dirancang menggantikan tiga bendung yang rusak akibat bencana pada 2025, dan ditargetkan melayani Daerah Irigasi Lubuk Hantu, Baringin, serta Kandang Jawi sekaligus.
Dengan demikian, tiga paket infrastruktur pengairan berjalan serentak di tiga kecamatan pada hari yang sama, masing-masing di Nanggalo, Pauh, dan Lubuk Kilangan.
Baca juga: Padang Bangun Bendung Baru di Lubuk Hantu, Ditargetkan Airi Tiga Daerah Irigasi
Banjir 3 Agustus menjadi ujian kedua bagi jaringan pengairan Padang dalam kurun kurang dari setahun, setelah bencana pada 2025 merusak sejumlah bendung di kawasan Lubuk Hantu. Perbaikannya dijalankan bertahap dan dibatasi pada infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Padang, dengan melibatkan berbagai pihak sesuai penegasan Malvi Hendri.
















