Cekricek.id — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang memulai pembangunan bendung baru di kawasan Lubuk Hantu, Kecamatan Lubuk Kilangan, pada Senin (10/8/2026). Bangunan air yang diberi nama Bendung Beringin-Lubuk Hantu itu disiapkan menggantikan tiga bendung yang rusak diterjang bencana, dan ditargetkan mengairi tiga daerah irigasi sekaligus.
Dikutip dari padang.go.id, Senin (10/8/2026), pekerjaan tersebut merupakan bagian dari percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana terhadap infrastruktur pengairan yang terdampak di wilayah setempat.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyebut pilihan lokasi bendung berangkat dari hitungan teknis yang menyambungkan satu bangunan air ke tiga jaringan irigasi sekaligus.
“Bendung ini dibangun di lokasi Lubuk Hantu. Berdasarkan analisis teknis, jika bendung ini terbangun, dampaknya akan melayani tiga daerah irigasi sekaligus, yaitu Daerah Irigasi (D.I.) Lubuk Hantu, D.I. Baringin, dan D.I. Kandang Jawi,” kata Malvi Hendri.
Satu Bendung Pengganti Tiga yang Rusak
Kawasan itu sebelumnya dilayani tiga bendung terpisah. Ketiganya rusak akibat bencana yang melanda Padang pada 2025. Alih-alih memperbaiki satu per satu, Dinas PUPR memilih membangun satu bangunan baru yang mengambil alih fungsi ketiganya.
“Secara teknis, pekerjaan ini kita lakukan dengan membuat bendung baru. Dampak bencana 2025 menyebabkan tiga bendung rusak di kawasan tersebut. Berdasarkan analisis teknis, kita buat bendung baru yang nantinya akan mengairi tiga daerah irigasi sekaligus,” ujarnya.
Pengerjaannya dipercayakan kepada CV. Ghalfib dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Terhitung sejak pekerjaan dimulai pada Senin, tenggat itu jatuh pada awal Januari 2027.
Bendung berfungsi menaikkan muka air sungai agar dapat dialirkan ke saluran irigasi. Ketika bangunannya rusak, pasokan air ke petak lahan di hilirnya ikut terganggu. Lewat skema baru ini, tiga daerah irigasi yang semula bergantung pada tiga bendung terpisah akan disuplai satu bangunan.
Beriringan dengan Perbaikan Batu Busuk
Pada hari yang sama, Dinas PUPR juga memulai rehabilitasi Bendung Batu Busuk-Sungkai 1 di Kecamatan Pauh. Paket itu dikerjakan kontraktor yang sama dengan target penyelesaian 135 hari kalender, dan difokuskan mengembalikan kondisi fisik serta fungsi bendung agar kembali beroperasi optimal menopang kebutuhan pengairan warga sekitar.
Malvi menegaskan seluruh tahapan percepatan pemulihan tetap mengedepankan prinsip aturan yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga proses pengadaan. Ia berharap pengerjaan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti sehingga fungsi aliran air bagi warga segera pulih sepenuhnya.
Dikerjakan Setelah Banjir Susulan
Perbaikan jaringan pengairan itu berjalan bersamaan dengan penanganan dampak banjir yang kembali melanda Padang pada Senin, 3 Agustus 2026. Pada hari yang sama dengan dimulainya dua pekerjaan bendung, Dinas PUPR juga memulai Rehabilitasi Drainase Paket 11 di Kawasan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Baca juga: Tanggul Lapau Munggu Jebol Diterjang Banjir, Pemko Padang Kebut Perbaikan
Kerusakan bendung di kawasan Lubuk Hantu sendiri berasal dari bencana pada November 2025. Banjir awal Agustus lalu menambah beban pemulihan yang belum tuntas dari rangkaian sebelumnya.
Ketiga paket berada di tiga kecamatan berbeda, yakni Lubuk Kilangan, Pauh, dan Nanggalo. Seluruhnya masuk kerangka pemulihan pascabencana yang dijalankan pemerintah kota secara bertahap dan dibatasi pada infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Padang.



















