Cekricek.id — Empat karya Renaisans dari tangan Antonello da Messina hilang dari Museum Interdisipliner Regional MuMe di Messina, Sicilia, tepat ketika perhatian hampir seluruh kota tersedot prosesi Vara pada puncak libur Ferragosto. Nilai keempat panel yang dibawa kabur ditaksir mencapai 80 juta euro atau sekitar 93 juta dolar Amerika Serikat.
Dikutip dari Al Jazeera, aljazeera.com, Senin (17/8/2026), pencurian berlangsung pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 21.50 waktu setempat. Pelaku menggunting pagar besi pembatas museum di sisi Viale Annunziata, mendobrak satu pintu samping untuk masuk ke galeri, lalu membongkar lemari pajang berlapis kaca antipeluru. Kota Messina pada jam itu sedang memusatkan diri pada prosesi Vara, arak-arakan tradisional yang selalu menjadi acara terbesar warga setiap Ferragosto.
Panel Dua Sisi dan Poliptik San Gregorio
Benda pertama yang lenyap adalah panel tempera dua sisi buatan 1465–1474. Sisi depannya menampilkan Perawan dan Anak bersama seorang rahib Fransiskan, sementara sisi baliknya menggambarkan Kristus dalam Pietà. Panel itu semula bagian koleksi Wilhelm Soldan pada 1930 dan dibeli Pemerintah Regional Sicilia melalui balai lelang Christie’s pada 2003.
Baca juga: Indonesia dan Uni Eropa Bahas Kayu Legal di Pertemuan JIC Ke-11
Sasaran kedua adalah Poliptik San Gregorio, rangkaian lima panel tempera di atas kayu yang dipesan Abdis Fabria Cirino untuk biara Santa Maria pada 1473. Pelaku melepas tiga bagian dari poliptik tersebut. Dua panel yang menggambarkan Santo Benediktus dan Santo Gregorius akhirnya ditinggalkan tak jauh dari halaman museum, sehingga jumlah karya yang benar-benar dibawa keluar berhenti pada empat bagian.
Direktur Museum MuMe, Marisa Mercurio, menggambarkan kehilangan itu sebagai pukulan berat bagi lembaganya. “Kami hancur oleh apa yang terjadi. Keduanya adalah karya Antonello da Messina yang paling penting dan paling dikenal,” kata Mercurio.
Baca juga: Bus Wisata Polandia Terguling di Hongaria, 12 Orang Tewas
Disandingkan dengan Perampokan Louvre
Anggota Dewan Kebudayaan Kota Messina, Enzo Caruso, mengaku tidak pernah mengira kotanya menjadi sasaran operasi serapi itu. “Tidak ada orang di Messina yang bisa membayangkan sebuah perampokan bergaya film sungguhan seperti di Louvre,” ujar Caruso.
Antonello da Messina, yang lahir sekitar 1430, dikenal sebagai pelukis Sicilia paling berpengaruh pada abad ke-15 dan salah satu perintis penggunaan teknik minyak di Italia. Justru ketenaran itulah yang menurut kalangan peneliti kejahatan seni akan menyulitkan pelaku menguangkan hasil curiannya.
Chief Executive Officer asosiasi riset kejahatan seni ARCA, Lynda Albertson, menilai pelaku akan menabrak jalan buntu begitu mencoba melempar barang itu ke pasar. “Mencuri sebuah Antonello mungkin jauh lebih mudah daripada menjualnya,” tutur Albertson, merujuk tingkat pengenalan publik dan bobot sejarah panel-panel yang hilang.
Baca juga: Australia Mulai Beli Kembali Senjata Api pada 2 November
Belum Ada Penangkapan
Al Jazeera belum melaporkan adanya penangkapan maupun penemuan kembali keempat panel tersebut. Museum MuMe sendiri menyimpan koleksi lintas zaman, dari arkeologi hingga lukisan, dan menjadikan karya Antonello da Messina sebagai daya tarik utamanya. Kehilangan empat panel sekaligus membuat ruang pamer inti museum itu kosong pada hari pertama setelah libur panjang.















