Cekricek.id — Gubernur Indiana Mike Braun mengaktifkan Dana Bantuan Bencana negara bagian dan membuka hibah darurat hingga 5.000 dolar AS per rumah tangga bagi korban badai dan banjir yang menewaskan sedikitnya tujuh orang. Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di Pusat Operasi Darurat Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat, pada Senin, 17 Agustus 2026 waktu setempat.
“Warga Indiana mana pun, tolong hubungi 211 untuk melaporkan kebutuhan Anda,” kata Braun. Dikutip dari Indiana Capital Chronicle, hibah tersebut dapat dipakai untuk membeli makanan, pakaian, dan menyewa hunian sementara, dan pengajuannya dibuka pada hari yang sama saat konferensi pers digelar.
Baca juga: Banjir Indiana Tewaskan Lima Orang, Terburuk dalam 30 Tahun
“Proses pengajuan permohonan baru saja dibuka ketika kami berjalan masuk ke ruangan ini,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Keamanan Dalam Negeri Indiana, Jonathan Whitham, yang mendampingi gubernur.
Tujuh Tewas, Seribu Warga Mengungsi
Deklarasi darurat bencana kini mencakup 53 kabupaten di Indiana, terutama di wilayah barat laut, tengah, dan timur-tengah negara bagian. Sekitar 1.000 warga tercatat kehilangan tempat tinggal dan tersebar di berbagai penampungan darurat yang dikelola Palang Merah Amerika.
Baca juga: Anthony Fauci Terancam Penjara jika Terbukti Menghina Kongres Amerika Serikat
Dana bantuan bencana negara bagian itu memiliki saldo sekitar 2 juta dolar AS, sementara plafon bantuan dalam deklarasi darurat federal yang diajukan Indiana mencapai 5 juta dolar AS. Pemerintah negara bagian juga menyiapkan penggantian manfaat bantuan pangan SNAP bagi keluarga yang kehilangan persediaan makanan akibat listrik padam, serta hibah hunian sementara melalui otoritas perumahan Indiana.
“Kami ingin warga yang mengungsi mendapatkan makanan hangat, tempat tidur yang nyaman, dan bisa berteduh di ruangan berpendingin,” kata Braun. Ia menegaskan koordinasi antarlembaga sudah berjalan. “Kami semua berkomunikasi erat, dan yang terpenting kami punya sumber daya,” ujarnya.
Baca juga: Peru Tetapkan Status Darurat Banjir di Lima Selatan
Banjir Terburuk Indianapolis dalam Tiga Dekade
Dikutip dari Al Jazeera, hujan setinggi 280 milimeter atau sekitar 11 inci turun hanya dalam dua hari di sejumlah kawasan Indiana pada pertengahan Agustus. Wali Kota Indianapolis Joe Hogsett menyebut kotanya mengalami banjir terburuk dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Korban jiwa berjatuhan dalam keadaan yang berbeda-beda. Seorang perempuan berusia 58 tahun tewas ketika mencoba menerobos genangan dengan mobilnya. Seorang anak berusia empat tahun meninggal setelah sebatang pohon menimpa rumahnya di Kabupaten Jennings. Jasad seorang remaja ditemukan setelah ia dilaporkan hilang ketika melompat ke sungai yang sedang meluap.
Braun sebelumnya menyatakan telah menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta bantuan federal. “Saya berbicara dengan Presiden Donald Trump hari ini tentang badai hebat dan banjir bersejarah yang melanda Indiana, dan dia memberi tahu saya bahwa dia berniat menyetujui permohonan Deklarasi Darurat Kepresidenan kami,” katanya.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas komitmennya memberikan bantuan federal yang kami butuhkan sembari kami terus menangani dan memulihkan keadaan,” ujar Braun.
Jalan Ambles dan Peringatan Gubernur
Kerusakan infrastruktur ikut memperlambat pemulihan. Di Kota Carmel, sebagian badan Jalan Hazel Dell Parkway ambles tergerus air dan terekam kamera pesawat nirawak milik pemerintah kota. Sejumlah ruas jalan lain di wilayah tengah Indiana masih tergenang atau rusak.
Gubernur mengimbau warga tidak meremehkan sisa genangan yang masih bertahan di banyak lingkungan. “Hati saya bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari lima warga Indiana yang telah kami kehilangan, dan setiap keluarga yang hidupnya berubah karena badai ini,” kata Braun ketika korban masih tercatat lima orang. “Tolong terus anggap serius banjir ini dan jauhi air bah.”
Pengajuan bantuan individual kepada pemerintah federal belum dibuka hingga Senin malam. Pemerintah negara bagian meminta warga terdampak lebih dulu mendaftarkan kerugian melalui saluran 211 agar data kebutuhan dapat dihimpun sebelum bantuan federal turun.
















