Cekricek.id — Otoritas Jasa Keuangan menerima tiga amanah dari Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pembangunan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sampai penguatan ekosistem pasar karbon. Dikutip dari ojk.go.id, penjelasan itu disampaikan dalam siaran pers bernomor SP 154/OJK/DKPU/VIII/2026 yang terbit pada Senin, 17 Agustus 2026, seusai upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Upacara tersebut diikuti seluruh pegawai OJK di Jakarta dan digelar serentak di 39 kantor OJK yang tersebar di berbagai daerah. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menempatkan peran sektor jasa keuangan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Baca juga: OJK Terima Tiga Amanah Presiden untuk Sektor Jasa Keuangan
“Untuk memperkuat Indonesia yang berdaulat, kita harus memastikan sektor jasa keuangan tetap kuat, stabil, berintegritas, dan mampu mendukung program pembangunan nasional,” kata Friderica Widyasari Dewi.
Tiga amanah dari pidato kenegaraan
Friderica merujuk Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada 14 Agustus 2026. Dalam pidato itu, OJK diberi kepercayaan menggarap tiga pekerjaan besar. Pertama, membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau BMKS agar Indonesia memiliki mekanisme pembentukan harga yang kredibel atas komoditas yang dihasilkannya sendiri.
“Bursa Mineral dan Komoditas Strategis merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pasar Indonesia di bidang Mineral dan Komoditas Strategis,” ujarnya.
Amanah kedua adalah reformasi pasar modal. Agenda ini diarahkan pada pendalaman likuiditas dan penguatan integritas pasar, dua hal yang menentukan seberapa besar pasar modal dapat menyerap kebutuhan pendanaan jangka panjang di dalam negeri.
Amanah ketiga menyangkut penguatan ekosistem pasar karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon atau SRUK. Sistem itu berfungsi sebagai pangkalan data pencatatan unit karbon nasional, sehingga setiap unit yang diperdagangkan memiliki jejak kepemilikan yang tercatat dan tidak dihitung dua kali.
Baca juga: Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 1 Januari 2027
Berdaulat, adil, dan makmur
Friderica menguraikan arah kerja OJK ke dalam tiga dimensi yang mengikuti tema kemerdekaan tahun ini. Dimensi berdaulat diterjemahkan sebagai menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap tangguh dan berintegritas menghadapi tekanan global maupun perubahan teknologi.
Dimensi adil diwujudkan lewat perluasan akses keuangan yang aman dan terjangkau, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, perempuan, generasi muda, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Sedangkan dimensi makmur diarahkan pada pembiayaan kegiatan produktif yang menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam kaitan itu, Friderica menegaskan bahwa perluasan akses tidak boleh berjalan sendirian tanpa pemahaman dan perlindungan yang memadai bagi pengguna produk keuangan.
Baca juga: OJK Edukasi Keuangan 7.500 Pramuka di Jambore Nasional
“Inklusi harus berjalan bersama literasi. Inovasi harus berjalan bersama pelindungan konsumen,” kata Friderica.
Pekerjaan lanjutan di daerah
Penyelenggaraan upacara secara serentak di 39 kantor OJK menandakan bahwa ketiga agenda tersebut tidak berhenti di kantor pusat. Pengawasan pasar modal, pengembangan pasar karbon, maupun penyiapan bursa komoditas menuntut keterlibatan kantor daerah, terutama di provinsi penghasil mineral dan wilayah dengan tutupan hutan luas yang menjadi sumber unit karbon.
Perluasan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat di wilayah tertinggal juga bertumpu pada jaringan kantor daerah, karena di sanalah program literasi dan penanganan pengaduan konsumen bersentuhan langsung dengan penggunanya.















