Cekricek.id — Otoritas Jasa Keuangan membawa program edukasi keuangan ke Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, dan menjangkau sekitar 7.500 anggota pramuka. Kegiatan bertajuk Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau LIKE IT 2026 itu diumumkan lewat siaran pers bernomor SP 155/OJK/DKPU/VIII/2026 yang terbit pada 18 Agustus 2026.
Talkshow untuk 3.500 Peserta
Rangkaian utama kegiatan berupa talkshow Leaders Insight yang diikuti sekitar 3.500 anggota pramuka berusia 11 hingga 15 tahun. Di luar itu, OJK mendirikan Tenda Kampung Finansial, area edukasi berisi anjungan interaktif yang dikunjungi total 7.500 peserta jambore. Program dilengkapi kunjungan bertajuk Pramuka Goes to Office ke kantor pusat OJK.
Baca juga: FH UNAND Dinobatkan Kampus Pelopor Literasi Hukum Digital 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menempatkan kemampuan mengatur uang sebagai penentu masa depan generasi muda. “Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan,” katanya. Dikutip dari ojk.go.id, kegiatan tersebut digelar bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Menabung dan Dasa Dharma
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Anis Byarwati menyoroti pembentukan kebiasaan sejak usia dini. “Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta jambore.
Baca juga: OJK Terima Tiga Amanah Presiden untuk Sektor Jasa Keuangan
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Bachtiar Utomo mengaitkan kebiasaan menabung dengan kode kehormatan pramuka. “Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” katanya. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menambahkan bahwa literasi keuangan bukan sekadar keterampilan berhitung, melainkan pembentukan perilaku agar anak mampu menahan dorongan konsumtif, dan menempatkannya sebagai bagian dari program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kelompok Usia dengan Literasi Terendah
Sasaran usia kegiatan ini berimpit dengan kelompok yang tercatat paling rendah tingkat pemahaman keuangannya. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026 yang dirilis OJK pada 11 Agustus 2026 mencatat indeks literasi keuangan kelompok usia 15 hingga 17 tahun hanya 56,04 persen, terendah di antara seluruh kelompok umur, sementara indeks inklusi keuangan kelompok yang sama mencapai 89,13 persen.
Baca juga: Thailand Tekuk Singapura 3-1 di Leg Pertama Semifinal ASEAN Cup 2026
Sebagai pembanding, indeks literasi keuangan kelompok usia 26 hingga 35 tahun tercatat 78,70 persen dan kelompok 18 hingga 25 tahun 73,32 persen. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada pada 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan 93,61 persen. Survei tersebut dilakukan pada 26 Januari hingga 18 Februari 2026 terhadap 75.000 responden berusia 15 sampai 79 tahun di 514 kabupaten dan kota pada 38 provinsi.
Selain talkshow dan Tenda Kampung Finansial, rangkaian LIKE IT 2026 mencakup kunjungan bertajuk Pramuka Goes to Office ke kantor pusat OJK di Jakarta. Seluruh rangkaian dijalankan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan, tiga lembaga yang masing-masing menangani keuangan negara, kebijakan moneter dan sistem pembayaran, serta penjaminan simpanan nasabah bank.
Kesenjangan literasi yang menjadi latar kegiatan ini juga terlihat pada data wilayah. Indeks literasi keuangan di perkotaan tercatat 72,54 persen, sedangkan di perdesaan 64,42 persen. Adapun indeks inklusi keuangan di perkotaan mencapai 95,47 persen dan di perdesaan 90,39 persen. Siaran pers kegiatan tersebut diterbitkan Kepala Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sektor Keuangan Terpadu OJK Agus Firmansyah di Jakarta.
















