Bahasa Kuno yang Ditemukan di Jimat Berusia 2.100 Tahun Mungkin Adalah Bahasa Vasconic Purba

A A

Bahasa Kuno yang Ditemukan di Jimat Berusia 2.100 Tahun Mungkin Adalah Bahasa Vasconic Purba. [Istimewa]

Cekricek.id - Sebuah prasasti berusia 2.100 tahun yang diukir pada sebuah jimat berbentuk tangan dari Spanyol diduga memiliki kaitan dengan bahasa Basque kuno. Hal ini menjadikan temuan tersebut sebagai artefak langka tentang bahasa Vasconic yang pernah digunakan di Eropa ribuan tahun silam.

Dikutip dari jurnal Antiquity pada Rabu (21/2), para peneliti mengungkapkan bahwa prasasti pada jimat berbentuk tangan tersebut merupakan prasasti Vasconic tertua dan terpanjang yang pernah ditemukan. Sejauh ini, hanya ada beberapa kata Vasconic pada koin yang ditemukan di wilayah tersebut.

Para arkeolog menemukan jimat tersebut di situs Zaman Besi Irulegi, Navarre, pada 2021. Kata pertama pada prasasti itu yang ditulis dengan aksara Latin adalah “sorioneku” atau “sorioneke”. Kata ini mirip dengan kata dalam bahasa Basque modern "zorioneko" yang berarti "keberuntungan".

Kesamaan tersebut membuat para ahli percaya bahwa kata-kata pada jimat itu memiliki arti yang sama. Jimat ini kemungkinan digantung sebagai simbol keberuntungan.

Mattin Aiestaran, arkeolog dari Universitas Basque Country yang memimpin penelitian itu mengatakan bahwa jimat tangan tersebut memiliki fungsi ritual untuk menarik nasib baik atau persembahan untuk dewa keberuntungan.

Meski hanya satu kata yang berhasil diartikan, setidaknya terdapat 5 kata dengan 18 karakter yang terukir di "telapak tangan" jimat itu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi titik awal pemetaan kekerabatan antara bahasa Vasconic kuno, bahasa kuno Iberia lainnya, dan bahasa Basque modern.

Baca Berita Riau Hari Ini setiap hari di Channel Cekricek.id.

Bagikan

Baca Juga

Pengukir Papua Buktikan Seni Bukan Adaptasi Evolusi
Ornamen Waruga Minahasa Bicara tentang Hidup, Bukan Maut
Gambar Cadas Gua Wakuntai Terpilah ke 12 Tipe di Karst Muna
Prasasti Prasi A dan Umur Desa Dawan di Klungkung
Benteng Keraton Buton dan Dua Belas Pintunya
Relief Borobudur yang Tak Setia pada Kitabnya