Browser Arc Resmi Disuntik Mati, Pengguna Diarahkan Pindah ke Dia

A A

Kantor cabang Atlassian, induk perusahaan The Browser Company, di Yokohama, Jepang. [Foto: Thirteen-fri/Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0]

  • The Browser Company menghentikan browser Arc sepenuhnya pada 22 Desember 2026.
  • Pendaftaran akun baru ditutup dan fitur di iOS serta Android mulai dimatikan 23 November.
  • Pengguna diarahkan memindahkan profil ke Dia, browser AI buatan perusahaan yang sama.
  • The Browser Company yang diakuisisi Atlassian kini fokus mengembangkan Dia.

Cekricek.id — Browser Arc yang sempat digadang-gadang sebagai cara baru menjelajah internet resmi akan dihentikan sepenuhnya pada 22 Desember 2026. Pembuatnya, The Browser Company, mengarahkan para pengguna untuk pindah ke Dia, browser berbasis kecerdasan buatan (AI) besutan perusahaan yang sama.

Melansir laporan The Register, Jumat (23/10/2026), pengumuman itu disampaikan The Browser Company pada Kamis (22/10/2026), sedikit lebih dari tiga tahun sejak Arc diperkenalkan ke publik.

Penghentian dilakukan bertahap. Pendaftaran akun baru Arc langsung ditutup. Mulai 23 November, sejumlah fitur AI di aplikasi Arc untuk iOS dan Android dinonaktifkan dan fitur sinkronisasi tab dihapus. Pada 22 Desember, Arc untuk macOS dan Windows tidak lagi bisa diakses, akun dinonaktifkan, dan data pengguna dihapus dalam 30 hari.

CEO The Browser Company, Josh Miller, menyampaikan pesan kepada komunitas pengguna Arc dalam pengumuman tersebut. “Kami punya begitu banyak kebanggaan dan cinta atas apa yang kami bangun bersama komunitas Arc,” tulis Miller.

Baca juga Model Suara Dessa Buatan Block Terdengar Seperti Manusia Asli

Inovatif tetapi Tak Pernah Meledak

Saat diluncurkan, Arc yang dibangun di atas Chromium menawarkan cara kerja berbeda dari browser lain. Alih-alih deretan tab di bagian atas, Arc memakai bilah samping untuk mengatur halaman. Namun, browser ini tidak pernah benar-benar menjadi arus utama.

Tanda-tanda berakhirnya Arc sudah terlihat sejak 2025, ketika The Browser Company beralih fokus ke Dia dan hanya memelihara Arc tanpa pengembangan besar. Pada tahun yang sama, perusahaan itu diakuisisi Atlassian.

Harapan agar Arc dibuka sebagai proyek open source juga pupus. Miller pernah menjelaskan bahwa Arc bukan sekadar turunan Chromium, melainkan berjalan di atas infrastruktur khusus bernama Arc Development Kit.

Baca juga Acara Pro and Tell Apple Diduga Kenalkan MacBook Layar Sentuh

Pengguna Bisa Pindah Profil

Pengguna Arc dapat memindahkan profil mereka ke Dia dan melanjutkan aktivitas menjelajah di sana. Sebagian pengguna lain dilaporkan memilih browser alternatif seperti Zen atau Vivaldi yang menawarkan pengalaman serupa.

Ke depan, The Browser Company akan memusatkan seluruh pengembangan pada Dia di tengah persaingan browser AI yang makin ramai.

Baca juga Dipaksa Memilih, AI Grok Pilih Republik dan GPT Pilih Demokrat

Bagikan

Baca Juga

Jutaan Perangkat Pengguna Popcorn Time Nyaris Jadi Pasukan Botnet
Pejabat PBB: Kesenjangan AI Bisa Perdalam Ketimpangan Global
Linus Torvalds Dukung Pemakaian AI di Kernel Linux, Asal Kompeten
Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk
Militer AS Disebut Siapkan Rencana Serangan Baru ke Iran
Inggris Siapkan 100 Juta Pound untuk Lab Biosekuriti AI Baru