Model Suara Dessa Buatan Block Terdengar Seperti Manusia Asli

A A

Jack Dorsey, pendiri dan CEO Block, perusahaan yang merilis model suara Dessa. [Foto: Steve Jurvetson/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • Block milik Jack Dorsey merilis model suara Dessa yang terdengar sangat mirip manusia.
  • Dessa bisa berbicara dan mendengar bersamaan serta mampu tertawa, jeda, dan menangis.
  • Model dilatih sepenuhnya dengan ucapan manusia memakai satu rak GPU NVIDIA.
  • Dessa belum dibuka untuk publik, Block mengundang peneliti keamanan untuk mengujinya.

Cekricek.id — Model suara Dessa yang dirilis Block, perusahaan teknologi keuangan milik Jack Dorsey, ramai diperbincangkan karena terdengar nyaris tak bisa dibedakan dari manusia. Model ini mampu tertawa, berhenti sejenak, bahkan terdengar menangis saat bercakap-cakap.

Melansir laporan TechCrunch, Sabtu (24/10/2026), Dessa dikembangkan oleh laboratorium riset Block. Perusahaan menyebut model tersebut dilatih sepenuhnya dengan data ucapan manusia dan hanya memakai satu rak GPU NVIDIA.

Dessa merupakan model full-duplex, artinya dapat berbicara dan mendengar pada saat bersamaan, mirip model GPT-Live yang dirilis OpenAI awal tahun ini. Bedanya, Block menyatakan pengetahuan Dessa berasal dari data percakapan yang dimilikinya, bukan dari model bahasa besar terpisah.

Pendiri sekaligus CEO Block, Jack Dorsey, memperkenalkan model itu lewat akun X miliknya pada Jumat (23/10/2026).

“Kami yakin suara adalah cara paling alami untuk berinteraksi dengan kecerdasan, maka kami menciptakan Dessa, model ucapan full-duplex paling autentik yang pernah dibuat. Berbicara dengannya terasa seperti berbicara dengan seseorang, penuh emosi, nuansa, jeda, dan irama yang alami,” tulis Dorsey.

Baca juga Dipaksa Memilih, AI Grok Pilih Republik dan GPT Pilih Demokrat

Emosi Tertanam di Dalam Model

Menurut Block, asisten suara yang ada saat ini kerap terdengar kaku karena masih mengandalkan teks dalam alur pembentukan suaranya. Sejumlah model lain memakai penanda khusus untuk memunculkan emosi, sedangkan Block mengklaim emosi sudah tertanam langsung di dalam Dessa.

“Berinteraksi dengan AI suara saat ini bisa sangat menyebalkan. AI itu mengubah suara Anda menjadi teks dan membuang begitu banyak informasi yang tidak bisa dibawa oleh teks. AI paling canggih di dunia tidak bisa mendengar perasaan Anda,” tulis Block dalam unggahan blognya.

Para peneliti Block membagikan sejumlah contoh percakapan dengan Dessa. Dalam salah satunya, model itu mengaku lelah sepulang kerja dan suaranya benar-benar terdengar letih. Contoh lain memperlihatkan Dessa terdengar emosional hingga nyaris menangis.

Peneliti Block, Ragavan Thurairatnam, menyebut kehadiran Dessa sebagai lompatan besar bagi teknologi suara. “Ini adalah momen GPT-3 untuk ucapan,” tulisnya di X.

Baca juga OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung

Belum Dibuka untuk Publik

Block menyatakan Dessa dapat berjalan secara lokal di komputer kelas konsumen, misalnya MacBook dengan cip M4 Max atau yang lebih tinggi. Meski begitu, model tersebut belum bisa diakses publik.

Perusahaan justru membuka undangan bagi peneliti keamanan untuk menguji Dessa. Langkah itu diperkirakan untuk memeriksa potensi penyalahgunaan, misalnya agen suara yang dipakai untuk menipu orang di ujung telepon.

Bagi Block yang bergerak di bidang keuangan dan layanan usaha kecil, model suara yang berjalan di perangkat bisa membuka banyak layanan baru dengan biaya lebih rendah. Square, salah satu unit usahanya, sudah memakai AI suara untuk menangani pemesanan.

Baca juga Agen AI Akses Rekening Nasabah, Bank-Bank Besar AS Bertindak

Bagikan

Baca Juga

Axe Compute Bunyikan Lonceng Nasdaq, Kontrak Capai US$3,45 Miliar
Trump Buka Peluang Pindahkan Wartawan Keluar dari Gedung Putih
Barack Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Trump di Kampanye Ohio
Iran Siap Tembak Kapal Perang AS saat Trump Timbang Serangan Baru
Dipaksa Memilih, AI Grok Pilih Republik dan GPT Pilih Demokrat
Bapak PlayStation Ken Kutaragi Dukung Sony Setop Cakram Gim