- Trump mengisyaratkan bisa memindahkan wartawan Gedung Putih ke lokasi yang tidak terlalu menjengkelkan.
- Trump membantah laporan bahwa ia akan membongkar ruang jumpa pers demi memulihkan kolam renang bersejarah.
- Bulan lalu, Trump melarang wartawan CNN, MS NOW, dan POLITICO masuk Gedung Putih sebelum hakim memulihkan akses mereka.
Cekricek.id — Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bisa memindahkan wartawan Gedung Putih ke lokasi lain, kemungkinan di luar kediaman resmi presiden tersebut.
Dalam unggahan media sosial pada Jumat (23/10/2026), Trump menyebut laporan bahwa ia berencana membongkar ruang jumpa pers Gedung Putih demi memulihkan kolam renang bersejarah di bawahnya sebagai “berita palsu,” sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026).
“Saya TIDAK PERNAH sekalipun berpikir melakukan hal sebodoh itu!” tulisnya di Truth Social. Namun, Trump mengisyaratkan bisa memindahkan puluhan wartawan yang meliput Gedung Putih “ke lokasi yang tidak terlalu menjengkelkan.”
The New York Times pada Selasa melaporkan Trump pernah mengusulkan kepada mantan sekretaris persnya, Karoline Leavitt, agar wartawan dipindahkan dari Ruang Pers James S. Brady. Usulan itu tidak berlanjut selama masa jabatan Leavitt yang berakhir 27 Agustus.
Bulan lalu, Trump melarang wartawan dari tiga media AS, yakni CNN, MS NOW, dan POLITICO, masuk Gedung Putih. Hakim federal memutuskan perintah itu kemungkinan inkonstitusional sehingga Gedung Putih terpaksa memulihkan akses mereka. Pemerintahan Trump masih melawan putusan tersebut.
Trump juga kerap mengecam dan merendahkan media yang ia anggap meliputnya secara tidak adil. Dalam acara di Ruang Oval pada Selasa, Trump menyerang koresponden Gedung Putih The Independent Andrew Feinberg.
“Ada apa denganmu? Apakah kamu orang sakit? Saya benar-benar berpikir ada yang salah denganmu,” kata Trump saat Feinberg mencoba bertanya.
Sejak kembali berkuasa tahun lalu, Trump telah merobohkan Sayap Timur Gedung Putih untuk membangun ballroom baru, memasang paving beton di halaman Taman Mawar, dan membangun landasan helikopter di Halaman Selatan.
Menurut The New York Times, Trump ingin menghidupkan kembali kolam renang dalam ruangan di Sayap Barat yang dibangun pada 1933 untuk Presiden Franklin D Roosevelt. Pada 1970-an, Presiden Richard Nixon membangun lantai di atas kolam itu untuk ruang jumpa pers.
Leavitt mengonfirmasi Trump sedang menimbang gagasan memulihkan kolam itu. “Dia mungkin hanya ingin memulihkannya ke kejayaannya,” kata Leavitt. “Saya tidak tahu apakah dia akan melakukannya.”















