- Linus Torvalds mendukung pemakaian AI oleh pengembang kompeten di kernel Linux.
- Pengelola kernel menghapus kewajiban penanda Assisted-by untuk kode berbantuan AI.
- Torvalds menolak patch asal-asalan dari orang yang tidak memahami kode.
- Greg Kroah-Hartman menyebut laporan bug buatan AI kini bagus dan nyata.
Cekricek.id — Pencipta Linux, Linus Torvalds, menyatakan mendukung pemakaian kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan kernel Linux, asalkan dilakukan oleh pengembang yang kompeten. Sikap itu muncul setelah para pengelola kernel sepakat tidak lagi mewajibkan pengembang menyebut penggunaan AI dalam kiriman kode mereka.
Melansir laporan The Register, Jumat (23/10/2026), keputusan itu diumumkan pengembang kernel Linux, Sasha Levin, dalam Linux Kernel Maintainers Summit di Praha, Ceko. Para pengelola memutuskan menghapus penanda Assisted-by yang selama ini dipakai untuk menandai kode buatan atau bantuan AI.
Langkah Torvalds yang ikut memakai AI untuk menulis kode kernel sempat memicu kritik. Editor situs Tux Machines, Roy Schestowitz, bahkan menyebutnya sebagai tanda Torvalds beralih ke kode sampah AI.
“Saya pikir seluruh argumen semacam ‘jangan pakai AI untuk pesan commit’, mungkin niatnya baik, tetapi menurut saya sepenuhnya keliru. Saya sungguh berpikir kita ingin orang-orang kompeten memakai AI sebagai alat,” kata Torvalds kepada kolumnis The Register, Steven J. Vaughan-Nichols.
Baca juga Celah PHP2Shell Ancam Jutaan Situs, Wikipedia Ikut Terdampak
Tolak Patch Asal-asalan
Meski begitu, Torvalds menegaskan ada batasnya. Ia ingin mencegah orang yang memakai AI tanpa memahami kode, terutama yang hanya mengirim patch sekali lewat demi merasa pernah berkontribusi.
“Kita semua memulai tanpa tahu apa-apa, tetapi sebagian orang meluangkan waktu dan tenaga untuk menjadi sesuatu yang lebih,” ujar Torvalds.
Ia mengakui Linux kini menghadapi dua masalah terkait AI. Pertama, AI menemukan banyak celah nyata di basis kode yang besar sehingga menambah beban pengelola. Kedua, ada orang yang membuat patch dengan AI tanpa memahami kode yang diubahnya.
“Namun, saya berpendapat ini bukan masalah AI itu sendiri, melainkan masalah yang tersingkap oleh AI,” kata Torvalds.
Baca juga OpenAI Tak Lagi Latih Model AI di Internet Langsung
Laporan Bug AI Kian Berkualitas
Pengelola kernel Linux senior, Greg Kroah-Hartman, sebelumnya juga mengakui kualitas laporan keamanan buatan AI melonjak. Menurutnya, beberapa bulan lalu para pengelola masih kebanjiran laporan AI yang jelas keliru.
“Semua proyek open source kini menerima laporan nyata yang dibuat dengan AI, tetapi laporan itu bagus dan nyata,” kata Kroah-Hartman.
Para pengelola kini memang kewalahan menghadapi banjir laporan bug yang valid. Namun, dalam pertemuan di Praha juga dibahas kemungkinan alat pencari bug berbasis AI pada akhirnya menghabiskan celah yang mudah ditemukan sehingga beban pengelola berkurang.
Baca juga Seluruh 30.000 Karyawan Uber Kini Bekerja dengan ChatGPT Work















