- Marine Le Pen meluncurkan kampanye presiden 2027 di Orleans di hadapan sekitar 8.500 pendukung.
- Le Pen unggul dalam jajak pendapat di tengah gelombang protes yang mengguncang Prancis sejak September.
- Keanggotaan RN hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 112.000 orang sejak 2022.
Cekricek.id — Tokoh sayap kanan jauh Prancis Marine Le Pen meluncurkan kampanye pemilihan presiden 2027 di Orleans, Prancis tengah, pada Minggu, dengan janji memimpin “kebangkitan” Prancis.
Ribuan pendukung menyambut pidato Le Pen, dan panitia menyebut 8.500 orang hadir, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026). Kampanye itu dimulai di tengah gelombang demonstrasi dan ketidakpuasan sosial ekonomi yang meluas.
“Ini adalah kisah yang harus ditulis, takdir yang harus dipenuhi,” kata Le Pen kepada para pendukung. “Kami akan menegakkan kembali supremasi hukum.”
Le Pen unggul dalam jajak pendapat, dengan kandidat dari kubu kanan, kiri, dan tengah tertinggal di belakangnya. Ia tampil diapit Presiden Rassemblement National (RN) Jordan Bardella dan pemimpin UDR Eric Ciotti.
Prancis diguncang gelombang protes sejak pertengahan September, yang dipicu pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris dan meluas menjadi mobilisasi nasional. Pada 17 Oktober, toko-toko dijarah dan lebih dari 2.000 orang ditangkap saat ratusan ribu orang turun ke jalan.
Kerusuhan itu memberi RN peluang tampil sebagai penjamin hukum dan ketertiban. Partai itu mengkritik Presiden Emmanuel Macron soal penanganan keamanan, sementara Le Pen menuding pemimpin kiri jauh Jean-Luc Melenchon mendorong kekerasan.
Orleans bukan pilihan kebetulan karena kota itu lekat dengan kisah Jeanne d’Arc, pahlawan abad ke-15 yang membantu mematahkan pengepungan Inggris pada 1429.
RN berjanji menggelar referendum untuk menggugat keutamaan hukum Uni Eropa atas kebijakan migrasi serta memangkas kontribusi Prancis ke blok itu sebesar 11 miliar euro per tahun. Keanggotaan partai itu hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 112.000 orang, dari kurang dari 37.000 pada 2022.
“Partai ini terus meraih tempat di setiap tingkatan: wali kota, anggota parlemen, senator. Biasanya, ketika sebuah gerakan tampak sedang naik, orang-orang bergabung,” kata sejarawan dan analis politik Baptiste Roger-Lacan. “Ini juga menunjukkan bahwa menjadi anggota RN makin tidak merugikan secara sosial.”















