Prancis Larang Demo di Kota Besar, Macron Salahkan Kelompok Kiri

A A

Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri rapat dewan keamanan di Istana Elysee, Paris, Kamis (22/10/2026). [Foto: Teresa Suarez/Pool via Reuters]

  • Otoritas Prancis melarang demonstrasi di sejumlah kawasan Paris serta di Lyon, Lille, dan Grenoble.
  • Macron menuding kelompok ultrakiri melakukan tindakan menghasut untuk menjatuhkan Republik.
  • Sedikitnya 2.500 orang ditangkap setelah kerusuhan pada Sabtu.

Cekricek.id — Otoritas Prancis memberlakukan larangan demonstrasi di sejumlah kota terbesar negara itu, sementara Presiden Emmanuel Macron menyalahkan kelompok kiri jauh atas kekerasan dalam unjuk rasa akhir pekan lalu.

Kepolisian Paris mengumumkan unjuk rasa pada Kamis (22/10/2026) dilarang di kawasan utama kota hingga pukul 20.00, termasuk sekitar Istana Elysee, kedua gedung parlemen, stasiun kereta utama, dan pusat kota yang dijarah akhir pekan lalu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (22/10/2026). Unjuk rasa di Lyon, Lille, dan Grenoble juga dilarang.

Seorang sumber kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa larangan diperlukan karena penyelenggara “tidak mampu mencegah kekerasan dan vandalisme”.

Larangan itu menyusul aksi lebih dari setengah juta orang di seluruh Prancis pada Sabtu, yang mempertemukan pelajar penuntut perbaikan kondisi sekolah dan kelompok yang memprotes tingginya biaya hidup. Sedikitnya 2.500 orang ditangkap setelah kerusuhan pecah di sejumlah wilayah.

Macron menyebut kerusuhan pada Sabtu sebagai “tindakan menghasut” kelompok “ultrakiri” yang ia tuding berupaya “menjatuhkan Republik”. Berbicara dari Istana Elysee, Macron mengatakan Prancis akan melarang semua unjuk rasa “tidak sah” dalam beberapa hari ke depan, sementara aksi resmi yang dipimpin serikat pekerja wajib mengambil rute di luar pusat kota.

Macron, yang sebelumnya menolak tudingan Trump soal migran, juga akan memimpin rapat dewan pertahanan pada Jumat. Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan operasi keamanan “besar-besaran” disiapkan untuk Sabtu, saat aktivis gerakan rompi kuning diperkirakan ikut turun ke jalan.

Perwakilan serikat pekerja menyebut pertemuan dengan Lecornu tidak menghasilkan usulan konkret. Mereka kini fokus pada aksi besar berikutnya pada 5 November.

Bagikan

Baca Juga

Perempuan Bangladesh yang Ikut Memutuskan Lebih Sering Kegemukan
Agen AI Claude Ditinggal di Pulau Virtual, Mulai Bermain Sendiri
AI Microsoft Diklaim Ungguli Dokter Umum dalam Diagnosis Sulit
Trump Diperintahkan Jalani Deposisi dalam Gugatan terhadap BBC
ICC Raih Penghargaan Sakharov Usai Dijatuhi Sanksi AS
Spotify Family Diperketat, Anggota Wajib Pindai Kode QR