Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan adalah tokoh pendiri organisasi Muhammadiyah. Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dengan nama Muhammad Darwis.

Ahmad Dahlan. [Foto: Istimewa]

Siapa Ahmad Dahlan?

Ahmad Dahlan adalah tokoh pendiri organisasi Muhammadiyah. Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dengan nama Muhammad Darwis.

Ia adalah anak keempat Kiyai Haji Abubakar bin Kiyai Sulaiman, seorang khatib masjid Sultan Yogyakarta.

Selepas menamatkan pendidikannya di Yogyakarta, ia kemudian pergi ke Makkah pada tahun 1890, dan di sana ia belajar selama satu tahun.

Salah satu gurunya saat di Mekkah adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Pada 1909 Dahlan masuk menjadi anggota Boedi Oetomo.

Dengan bergabung bersama Boedi Oetomo ia berkesempatan untuk memberikan pelajaran agama di sekolah dan kantor-kantor pemerintah. Ia mengajar di Kweekschool di Jetis dan OSVIA di Magelang.

Pemikiran Dahlan banyak terpengaruh dari para pemikir pembaharu Islam Timur Tengah seperti Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal.

Atas dorongan dari para muridnya di Kweekschool Ahmad Dahlan kemudian mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912 di Yogyakarta.

Muhammadiyah yang didirikan Dahlan berfokus pada bidang dakwah, pendidikan dan filantropi Islam.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan