Darsono

Darsono adalah Terlahir dengan nama Raden Darsono Notosudirdjo. Adalah tokoh Sarekat Islam (SI) yang juga pernah menjabat sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada 1920 - 1925.

Darsono. [Instagram]

Siapa Darsono?

Darsono adalah Terlahir dengan nama Raden Darsono Notosudirdjo. Adalah tokoh Sarekat Islam (SI) yang juga pernah menjabat sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada 1920 - 1925.

Ia dilahirkan di Pati Jawa Tengah pada 1897 dan meninggal di Semarang pada 1976. Awalnya ia adalah seorang wartawan dan editor pada Sinar Hindia (1921), kemudian bergabung dengan Sarekat Islam di bawah pimpinan Tjokroaminoto di Surabaya.

Darsono tertarik dengan ide-ide komunisme yang dibawa oleh Sneveliet. Darsono bersama Semaoen dan Alimin, pindah ke Semarang dan menjadi pemimpin SI Afdeeling Semarang. Pada saat yang bersamaan mereka bergabung dengan ISDV yang menyebabkan ketegangan dengan SI, sehingga memunculkan istilah SI Merah dan SI Putih pada 1920.

Anggota SI yang juga anggota ISDV seperti Darsono keluarga dari SI. Pada 1920 ISDV berubah menjadi Partai Komunis Hindia (PKH) dan memutuskan mengangkat Darsono sebagai ketua.

Darsono menyampaikan pidato dalam Kongres Comunist Partij pada November 1921. Ia dicalonkan sebagai anggota Tweede Kamar (Majelis Rendah) pada 1929, tetapi gagal.

Darsono dengan kedudukannya sebagai petinggi PKI melakukan agitasi berbagai protes dan pemogokan. Pada masa selanjutnya Darsono mundur dari aktivitas politik.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan