Apa Itu Persatoean Perserikatan Kaoem Boeroeh (PPKB)?
Persatoean Perserikatan Kaoem Boeroeh (PPKB) adalah suatu organisasi pergerakan buruh di masa kolonial Hindia Belanda yang mulai aktif pada 1918, serta turut mendukung pergerakan kebangsaan.
Dinamika pergerakan kebangsaan Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda tidak saja berputar pada kalangan politik seperti Partai Nasional Indonesia ataupun kalangan yang memperjuangkan budaya dan pendidikan seperti Boedi Oetomo.
Gerakan yang begitu massif juga dilakukan oleh kaum buruh di Hindia Belanda. Dalam hierarki sosial (stratifikasi) di Hindia Belanda, buruh tentu menempati tempat yang rendah dan dipandang hanya sebagai sumber daya manusia demi memajukan industri ataupun perkebunan kaum modal Eropa lainnya.
Dengan demikian, kondisi buruh menjadi amat memprihatinkan. Perhatian terhadap kaum buruh ini mewujudkan sejumlah gerakan buruh yang didukung oleh tokoh-tokoh prominen pergerakan kebangsaan di antaranya adalah Sosrokardono, Alimin, Haji Agus Salim, Semaoen, Soerjouranoto, Mas Marco Kertodikromo, Tjokroaminoto dan lainnya.
Dari sekian nama ini, banyak pula tokoh-tokoh yang tergabung dalam Sarekat Islam. Dalam usahanya mendukung kaum buruh. Dalam aksi pemogokan dan lain-lain, tokoh-tokoh ini kemudian berdiskusi untuk membentuk suatu badan buruh.
Semaoen adalah yang paling prominen dalam hal ini, ia kemudian mengusulkan pendirian suatu vakcentraal gerakan buruh.
Vakcentraal ini kemudian bernama Persatoean Perserikatan Kaoem Boeroeh (PPKB) yangdibentuk pada tahun 1918 dan berhenti beroperasi pada 1921. Setelah berakhirnya PPKB, organisasi ini kemudian terpecah menjadi dua organisasi baru: PPKB yang kemudian tetap dipertahankan dan Revolutionnaire Vakcentrale (RV).
Perpecahan ini didasari oleh rivalitas tokoh-tokoh di kedua organisasi ini.
Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.



















