Forcas Armandas De Libertacao Nacional De Timor Leste, Angkatan Bersenjata Pembebasan Negara Timor Timor (Falintil)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Forcas Armandas De Libertacao Nacional De Timor Leste, Angkatan Bersenjata Pembebasan Negara Timor Timor (Falintil)?

Forcas Armandas De Libertacao Nacional De Timor Leste, Angkatan Bersenjata Pembebasan Negara Timor Timor (Falintil) adalah organisasi yang didirikan pada 20 Agustus 1975 oleh Frentilin (Frente Revolucionaria Timor Leste Indenpendente) sebagai sayap militer dalam rangka menanggapi konflik politik dengan Unit Demokrasi Timor (UDT).

Setelah UDT menyetujui penandatanganan integrasi Timor Timur dengan Indonesia, Falintil menjadi tentara yang melakukan pembebasan terhadap kependudukan Indonesia.

Komandan pertama Falintil adalah Nicaolau dis Reis Lobato tewas pada pertempuran dengan pasukan Indonesia pada 1878.

Komandan selanjutnya adalah Xanana Gusmou. Pada 1984 Falintil mulai menjauhkan diri dari Frentili dan mulai menyatakan perlawanan terhadap Indonesia. Komandan terakhir Falintil adalah Taur Matan Ruak.

Falintin adalah pasukan yang hingga terjadinya referendum pelepasan Timor-Timur dari Indonesia menjadi pasukan terdepan. Pada 1 Februari 2001, Falintil secara resmi dibubarkan.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda